Perkim Medan Akan Cek, Satpol PP Segera Rubuhkan Rumah Tanpa SIMB Milik Asun di Jalan Selam Mandala

1 20

Diberitakan Media Massa, Linda Bentak Wartawan

FORUM MEDAN | Setelah beberapa kali diberitakan oleh media mengenai satu unit rumah di Jalan Selam Kel Tegal Sari Mandala I Kec Medan Denai tanpa SIMB, akhirnya disikapi serius oleh Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman, Ir H Endar Sutan Lubis.

Endar Sutan yang dihubungi via telpon selular, Senin (4/4/2022) mengatakan, pihaknya akan mengecek langsung keberadaan bangunan rumah tanpa SIMB yang beralamat di Jalan Selam No.75 tersebut.

Apalagi pihaknya sudah mendapat surat dari Camat Medan Denai, Baharuddin Ritonga, sehingga segera ditanggapi secara serius.

“Ya kita juga sudah mendapat surat dari Camat Medan Denai. Untuk itulah, akan melakukan kroscek apakah benar satu unit rumah di Jalan Selam No.75 dibangun tanpa SIMB,” kata Endar serius.

Menurut Endar, sesuai dengan aturan yang berlaku, terlebih dahulu pihaknya akan mengecek ternyata benar, maka Perkim akan melayangkan surat peringatan sebanyak tiga kepada Asun selaku pemilik rumah tanpa SIMB tersebut.

“Dan kalau tidak juga digubris oleh pemiliknya, maka selanjutnya Dinas Perkim Medan menyerahkan langsung masalahnya ke Satpol PP guna dilakukan eksekusi bangunan,” ucap Endar lagi.

Sementara Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kota Medan, Rahmad Harahap yang dihubungi via telpon mengatakan, pihaknya segera menkroscek apalah bangunan tersebut sudah memiliki SIMB atau belum.

“Kita siap bekerja sama dengan Dinas Perkim kota Medan, apakah Asun selaku pemilik rumah sudah ada mengurus surat izin membangun atau belum. Dan kalau belum, secepatnya kita rubuhkan bangunan rumah tersebut,” kata Rahmad sekaligus mengakhiri.

Bentak Wartawan

Maka dengan adanya pernyataan dari Kepala Dinas Perumahan Kawasan dan Penataan Ruang (Perkim) kota Medan, Ir H Endar Sutan Lubis, membuat seorang putri Asun bernama Linda mencak-mencak.

Berangnya Linda (kaos putih-red), Selasa (5/4/2022) tak lain dikarenakan, pemberitaan terus berturut-turut disalah satu media masa di Medan mengenai rumahnya yang dibangun tanpa SIMB. Apalagi saat wartawan bernama Ayub Kesuma Siregar ingin konfirmasi, Linda bersama keluarganya kepanasan langsung membentak-bentak wartawan yang datang dengan itikat baik tersebut.

Awalnya wartawan yang juga bernaung di bawah PWI Sumuf dan Pewarta Polrestabes Medan ini datang kelokasi rumah tanpa SIMB tersebut dengan sopan, dimana bertemu dengan dua wanita dan satu pria yang awalnya biasa aja.

Lalu saat dimulai tanya jawab, siapa pemilik rumah dan kenapa tak ada SIMB nya kalo membangun serta siapa bernama Linda, salah seorang anak Asun dengan nada kasar mengatakan, tidak tau siapa pemilik rumah ini dan juga tidak tau siapa Linda yang serta merta berkata terserah mau diberitakan setiap hari dihancurkan juga tak masalah.

“Terserah mau diapai, dan kau wartawan apa” katanya yang ternyata bernama Linda.

Karena tak ingin disebut wartawan abal-abal, kru media ini langsung memperlihatkan indentitas resmi yang diakui negara. Dan kru media juga mengatakan, ia membuat berita lengkap datanya lewat konfirmasi dari Kepling, Lurah dan Camat serta Kadis Perkim dan Kepala Satpol PP kota Medan.

Melihat suasana mulai tak kondusif, awak media kembali bertanya kenapa surat izinnya tak diurus, kembali salah seorang wanita mungkin kakak Linda atau saudaranya membentak dengan mengatakan, bangunan ini berdiri sudah 30 tahun dan tidak ada masalah.

Dan begitu ditanya kembali mengenai SIMB sudah ada apa tidak, kembali Linda marah-marah sambil menuduh awak media telah mengambil potonya dengan menarik-narik hp wartawan.

Dan karena suasana semakin kisruh, kru media coba pergi karena saat itu sudah masuknya waktu sholat Ashar, tapi sebelum berlalu, Linda kembali mencoba merampas hp kru media ini guna melihat apa ada kru media mengambil photo dirinya atau tidak.

Setelah pergi, namun tak berselang lama, kru media ini dipanggil oleh salah se-orang warga bernama David Ham Simangunsong untuk menjelaskan kepada keluarga Asun mengenai pemberitaan rumah tanpa SIMB tersebut.

Setelah sampai di Jalan Selam Ke Tegal Sari Mandala I, kru koran ini bertemu dengan salah se-orang anak Asun bernama Amin.

Ia penasaran kenapa pemberitaan mengenai rumah dibangun tanpa SIMB terus berlangsung, tak pikir panjang kru media lanngsung menerangkan secara dail. Lalu kembali ditanyakan mengapa tidak ada diurus SIMB, Amin mengatakan, memang tidak ada diurus SIMB nya.

“Saya ada urus sama salah se-orang staf kecamatan Medan Denai,” katanya tegas.

Msndengan pernyataan Amin tersebut, awak media kembali bertanya siapa nama staf kecamatan Medan Denai yang dimaksud berkali-kali, Amin bilang nanti saya kabari sambil berlalu. (kesuma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *