Presiden Panggil Kapolri, Jimly Pastikan Tak Bahas Pergantian

6986e38a0e58f
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie ditemui di Balai Kartini, Jakarta, Sabtu (7/2/2026).

FORUM JAKARTA | Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri, Jimly Asshiddiqie, memastikan tidak ada pembahasan mengenai pergantian Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), meski Jenderal Listyo Sigit Prabowo sempat dipanggil Presiden Prabowo Subianto.

“Enggak ada kaitan dengan (reshuffle) berkaitan dengan Kapolri itu,” kata Jimly saat ditemui di Balai Kartini, Jakarta, Sabtu (7/2/2026).

Jimly menjelaskan, Presiden Prabowo memang kerap memanggil para pejabat negara untuk melakukan pertemuan dan evaluasi. Oleh karena itu, pemanggilan Kapolri merupakan hal yang wajar dan tidak perlu ditafsirkan sebagai sinyal pergantian jabatan.

Ia juga menegaskan, pemanggilan tersebut tidak berkaitan dengan rekomendasi Komisi Percepatan Reformasi Polri. Pasalnya, hingga kini rekomendasi tersebut masih menunggu jadwal penyerahan kepada Presiden, meski substansinya telah rampung disusun.

“Saya rasa enggak, itu nanti kami lapor dulu. Tim kami sudah selesai, tinggal kami lapor,” ujar Jimly.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membenarkan adanya pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Ia menyebut pertemuan tersebut merupakan agenda rutin berupa laporan Kapolri kepada Presiden.

“Laporan rutin saja,” kata Prasetyo di Kantor Bappenas, Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Prasetyo juga membantah isu yang menyebutkan adanya pembahasan mengenai pergantian Kapolri dalam pertemuan tersebut. Menurutnya, laporan rutin itu membahas berbagai dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), termasuk isu-isu aktual yang berkembang serta langkah penanganannya.

“Seperti biasa beliau melaporkan banyak hal berkaitan dengan tugas beliau sebagai Kapolri, tentang keamanan, ketertiban masyarakat, kemudian isu-isu apa yang sedang berkembang di masyarakat,” tutur Prasetyo. (re)