DAERAH  

Banjir Terjang Desa Lontung Jae 2, Puluhan Hektare Padi Gagal Panen dan Jembatan Penghubung Roboh

IMG 20260208 WA0005 scaled

FORUM TAPUT | Tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Garoga sejak Sabtu (7/2/2026) menyebabkan banjir di Dusun Hadataran, Desa Lontung Jae 2. Akibatnya, puluhan hektare lahan pertanian warga yang ditanami padi rusak parah dan terancam gagal panen, serta satu unit jembatan penghubung antarwilayah dilaporkan roboh.

Hingga Minggu (8/2/2026), sejumlah lahan pertanian masih tergenang air. Warga setempat menyebutkan, tanaman padi yang sebelumnya sudah mendekati masa panen mengalami kerusakan parah sehingga dipastikan gagal panen pada musim tanam tahun ini.

Selain merusak lahan pertanian, banjir juga mengakibatkan satu unit jembatan penghubung di Dusun Hadataran roboh akibat tidak mampu menahan derasnya arus Sungai Aek Garoga yang meluap. Jembatan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan kawasan permukiman warga dengan area pertanian.

IMG 20260208 WA0007 scaled

Camat Garoga, Ade Henry Situmorang, S.STP., MSP, menjelaskan bahwa peristiwa banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu. Luapan sungai menyebabkan air menggenangi areal persawahan warga dan merusak infrastruktur di sekitarnya.

“Curah hujan yang tinggi membuat debit Sungai Aek Garoga meningkat drastis hingga meluap dan menggenangi lahan pertanian warga,” ujar Ade Henry.

Sementara itu, Kepala Desa Lontung Jae 2, Karso Sipahutar, mengatakan pada Minggu pagi bahwa pemerintah desa bersama pihak Kecamatan Garoga telah menuju lokasi untuk meninjau langsung kondisi di lapangan serta melakukan pendataan kerusakan.

IMG 20260208 WA0003 scaled

“Kami berharap instansi terkait segera turun tangan untuk membantu warga, terutama dalam pemulihan lahan pertanian yang terdampak banjir,” kata Karso.

Pemerintah setempat saat ini masih melakukan pendataan lanjutan guna mengetahui total kerugian yang dialami warga akibat bencana banjir tersebut.
(007-HS)