FORUM HUMBAHAS | Memasuki hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru 2025/2026 pada Senin, 14 Juli mendatang, Bupati Humbang Hasundutan, Dr. Oloan Paniaran Nababan, menggagas sebuah gerakan inspiratif bertajuk Gerakan Ayah Mengantarkan Anak ke Sekolah. Gerakan ini dituangkan dalam Surat Bupati Humbahas Nomor 1730/HH/VII/2025 tertanggal 11 Juli 2025.
Gerakan tersebut bertujuan untuk memperkuat ketahanan keluarga melalui peran aktif ayah dalam proses pendidikan anak, khususnya di momentum hari pertama masuk sekolah. Surat edaran ini ditujukan kepada seluruh instansi pemerintah dan swasta, serta para ayah atau wali murid se-Kabupaten Humbang Hasundutan.
“Gerakan ini merupakan bagian dari tindak lanjut atas Surat Keputusan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN tentang Panduan Pelaksanaan Gerakan Ayah Teladan Indonesia, serta implementasi UU Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga,” kata Bupati Oloan dalam keterangan tertulisnya.
Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa inisiatif ini juga merupakan bagian dari konsep Sekolah Bersama Ayah (SEBAYA), yang mendorong keterlibatan ayah dalam dunia pendidikan anak. Konsep SEBAYA menjadikan sekolah sebagai ruang edukasi dan kelas pengasuhan bagi para ayah.
Dalam surat tersebut, Bupati menyampaikan tiga imbauan utama. Pertama, mengajak para ayah untuk turut mengantarkan anak-anak ke sekolah pada hari pertama tahun ajaran baru. Kedua, memberikan dukungan serta motivasi kepada anak dalam memulai pembelajaran. Ketiga, menjadikan momen ini sebagai langkah awal membangun komunikasi yang baik antara orang tua dan anak, serta antara orang tua dan pihak sekolah.
“Dengan keterlibatan ayah sejak awal, kami berharap anak-anak merasa lebih percaya diri dan mendapat dukungan emosional yang mereka butuhkan. Ini juga bentuk perhatian orang tua terhadap dunia pendidikan anak,” ujar Oloan.
Bupati Oloan juga mengajak semua pihak, baik instansi pemerintah, sekolah, dan masyarakat umum, untuk mendukung gerakan ini demi menciptakan lingkungan belajar yang positif dan mendukung perkembangan karakter anak.
Gerakan ini disambut antusias oleh berbagai kalangan, terutama para pendidik dan orang tua, yang menilai bahwa peran ayah dalam pendidikan selama ini masih minim perhatian. Diharapkan melalui langkah ini, akan terbangun kesadaran kolektif tentang pentingnya keterlibatan seluruh elemen keluarga dalam pendidikan anak sejak dini. (Harapan Sagala)







