DAERAH  

Medan Deli Heboh! Diduga Oknum Kepling Sekongkol Dengan Preman Bayaran Tebang Pohon Milik Pemko Medan

IMG 20251009 WA0098

FORUM MEDAN | Aksi penebangan liar terhadap pohon pelindung milik Pemerintah Kota (Pemko) Medan di Jalan Platina, Lingkungan 3, Kelurahan Titi Papan, Kecamatan Medan Deli, diduga dilakukan oleh oknum kepala lingkungan (Kepling) bersama sejumlah preman kampung. Peristiwa ini menimbulkan keresahan warga dan menuai kecaman dari berbagai pihak.

Dari keterangan warga, pohon jenis Ketapang yang telah berdiri sekitar delapan tahun itu masih terlihat tegak pada Minggu malam. Namun, keesokan paginya, Senin (6/10/2025), pohon tersebut sudah hilang dan hanya menyisakan tunggul di lokasi, tepat di depan Kelenteng Go Ya Kong.

“Kemarin malam masih ada, tapi paginya sudah ditebang, tinggal tunggulnya saja,” ujar Wak Im (65), warga Marelan yang sehari-hari bekerja sebagai tukang sepatu di sekitar lokasi, Kamis (9/10/2025).

Warga menduga penebangan dilakukan secara diam-diam pada malam hari dengan melibatkan oknum tertentu. Nama preman kampung yang sangat meresahkan disebut-sebut Budi mengetahui atau bahkan terlibat dalam aksi pemotongan pohon Pemko Medan itu. .

Salah satu pengurus Yayasan Kelenteng Go Ya Kong, Tian Tjiong (60), mendesak Pemko Medan untuk segera menindaklanjuti kasus ini dan memberikan sanksi tegas kepada pihak yang terbukti bersalah.

“Pohon itu aset Pemko Medan yang berfungsi menjaga keseimbangan lingkungan. Tindakan ini jelas melanggar dan merusak penghijauan kota. Pemko tidak boleh diam,” tegas Tian.

Hal senada disampaikan tokoh masyarakat setempat, Aguan (62). Ia meminta Wali Kota Medan bertindak tegas terhadap aparat pemerintah yang terlibat.

“Kalau benar ada oknum dari Pemko yang membekingi penebangan itu, harus ditindak tegas. Ini sudah merusak lingkungan dan mencoreng wajah pemerintah,” katanya.

Kepling 3 Kelurahan Titi Papan menyangkal keterlibatan dalam pemotongan pohon milik Pemko Medan itu.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemko Medan belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan keterlibatan aparatur lingkungan dalam penebangan pohon pelindung tersebut. Warga berharap aparat penegak hukum turun tangan mengusut tuntas kasus ini agar tidak menjadi preseden buruk bagi upaya pelestarian lingkungan di Kota Medan.(her)