FORUM TEBING TINGGI | Di sela agenda penyerahan bantuan bus sekolah dari Kementerian Perhubungan kepada Pondok Pesantren Modern Al Hasyimiyah, pada.Sabtu ( 20/12/2025 ) kemarin. Anggota DPR RI Komisi V dari Dapil Sumut I, H. M. Lokot Nasution, ST, menyampaikan apresiasi khusus terhadap hasil karya santri dan santriwati serta produk UMKM khas Kota Tebing Tinggi.
Tanpa banyak sorotan sebelumnya, Lokot menilai hasil tenun songket karya santri Ponpes Modern Al Hasyimiyah memiliki nilai seni dan potensi ekonomi yang menjanjikan. Tak hanya itu, Dia juga mengangkat produk UMKM lokal seperti lemang, roti kacang, dan aneka olahan khas Tebing Tinggi yang menurutnya memiliki kualitas rasa dan daya saing yang kuat.
Dalam dialog singkatnya dengan FORUM, Lokot Nasution menyinggung kondisi geografis dan perkembangan infrastruktur di Kota Tebing Tinggi. Ia mengakui bahwa pembangunan jalan tol membawa kemajuan konektivitas, namun di sisi lain berpotensi mengurangi sumber ekonomi masyarakat yang selama ini bertumpu pada arus lalu lintas dan aktivitas perdagangan kota lintasan.
“Kota Tebing Tinggi harus memperkuat apa yang menjadi kekuatannya. Dan kekuatan utama kota ini adalah UMKM,” ujar Lokot Nasution.
Lokot Nasution yang juga Ketua Demokrat Sumut ini menegaskan, Tebing Tinggi bukan sekadar daerah pemilihannya, melainkan kota yang memiliki ikatan emosional karena banyak keluarga besarnya menetap di daerah ini.
Decara khusus, Dia menyoroti lemang Tebing Tinggi dengan srikaya yang sudah dikenal luas, serta roti kacang sebagai identitas kuliner daerah. Menurutnya, persoalan mendasar yang masih dihadapi bukan pada kualitas rasa, melainkan kemasan dan strategi pemasaran.
Dia kemudian memberi contoh dodol Garut yang dikenal luas karena kemasan yang menarik dan konsisten, bukan semata karena rasanya. Padahal, Sumatera Utara juga memiliki dodol berkualitas seperti Dodol Alame dari Mandailing Natal yang secara rasa tidak kalah, namun kurang dikenal karena kemasannya belum “menjual”.
“Kami bahkan sudah meminta Bupati Mandailing Natal untuk terus membantu UMKM di sana, terutama dalam hal pemasaran. Ini bisa menjadi pelajaran penting bagi Tebing Tinggi,” ungkap Lokot Nasution.
Terkait pengembangan ke depan, Lokot menekankan pentingnya kerja bersama antara pesantren, pemerintah daerah, dan pelaku UMKM. Pesantren diharapkan terus mengembangkan songket dan kerajinan, pemerintah memberikan dukungan kebijakan dan pendampingan, sementara pelaku UMKM menjaga kualitas produksi dan inovasi.
“Sampaikan kepada masyarakat di negeri ini, kami ada. Kami punya roti kacang, lemang srikaya yang enak, songket, dan produk-produk lainnya,” kata Lokot di hadapan kader partai yang mendampinginya.
Kepada Ketua Yayasan Ponpes Modern Al Hasyimiyah di pesankannya agar tidak berhenti pada produksi songket saja, tetapi terus menciptakan ragam hasil kerajinan lainnya. Pasalnya, di lingkungan DPR RI saat ini terdapat PIA (Persatuan Istri Anggota DPR RI) yang dalam waktu dekat akan membuka pusat pemasaran produk kerajinan UMKM dari seluruh Indonesia, termasuk dari Sumatera Utara.
Sebagai penutup, Lokot Nasution mengajak pelaku UMKM Tebing Tinggi untuk tidak ragu berinovasi dan terus meningkatkan kualitas produk. Dengan kolaborasi yang kuat, kemasan yang menarik, serta dukungan kebijakan yang tepat, UMKM Tebing Tinggi diyakini mampu naik kelas, memperluas pasar, dan menjadi penopang ekonomi kota di tengah perubahan zaman.
Pernyataan tersebut disampaikannya kepada wartawan FORUM di usai acara, dan selama kunjungan ke Kota Tebing Tinggi di dampingi Wakil Walikota H Chairil Mukmin Tambunan serta dua anggota DPRD dari Partai Demokrat yakni H. Zainal Arifin Tambunan, ST dan Martin Machiavelli Hutahaean, S.E.
Pada titik ini, sepertinya Pemerintah Kota Tebing Tinggi dinilai perlu mengambil peran yang lebih aktif dan strategis. UMKM semestinya tidak hanya diposisikan sebagai sektor pelengkap, melainkan sebagai pilar utama penguatan ekonomi daerah. Pendampingan kemasan, sertifikasi produk, hingga pembukaan akses promosi yang berkelanjutan menjadi kebutuhan mendesak agar potensi lokal tidak berhenti sebagai kebanggaan semata, tetapi benar-benar tumbuh menjadi kekuatan ekonomi rakyat. ( MET )







