FORUM MEDAN | Medan, 30 Januari 2026, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPK) bersama Alumni Al-Azhar Kairo Mesir di Sumatera Utara menggelar kegiatan halaqah/diskusi dan penyampaian materi terkait tantangan serta solusi penyelenggaraan ibadah haji.

Kegiatan ini berlangsung di Aula UNIVA Medan dan dihadiri oleh Alumni Timur Tengah, Alumni Al-Azhar Mesir, Asosiasi Dosen Azhari Indonesia, Dosen Univa Medan, Da’i Kota Medan, Muslimat Al-Washliyah, Mahasiswa Pendidikan Kader Ulama Univa Medan dan lain-lain.
Acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Selanjutnya, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, doa dan kata sambutan dari BPH Univ Medan dalam mengawali rangkaian kegiatan secara resmi.
Peserta kemudian menyaksikan pemutaran video singkat mengenai penyelenggaraan SEJARAH ibadah haji yang disampaikan oleh BPKH.

Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pula penyerahan buku dan plakat sebagai bentuk apresiasi sekaligus penguatan sinergi antara BPKH dan Alumni Al-Azhar Kairo Mesir di Sumatera Utara.

Rangkaian penyampaian materi yang dipandu oleh moderator Dr. H. Muhammad Rozali, MA menjadi agenda utama kegiatan.

Materi pertama disampaikan oleh Komite Manajemen Risiko dan Syariah BPKH, Bapak H. Suryo Tri Utomo, yang memaparkan prinsip serta tata kelola BPKH dalam mengelola keuangan haji secara profesional dan sesuai prinsip syariah. Ia menjelaskan penerapan sistem subsidi silang antar calon jemaah haji sebagai salah satu mekanisme untuk menjaga keberlanjutan pembiayaan dan mendorong keadilan dalam penyelenggaraan haji.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Ketua Bidang Fatwa MUI Sumatera Utara dan Senior Alumni Al-Azhar di Sumut, Dr. H. M. Nasir Karim, Lc., MA. Selain menekankan pentingnya kepatuhan terhadap prinsip syariah dalam pengelolaan dana haji, ia juga membahas berbagai persoalan penyelenggaraan haji dan umrah, termasuk aspek regulasi, perlindungan jemaah, serta pentingnya pengawasan agar pelaksanaan umrah berjalan sesuai ketentuan.

Sementara itu, Dr. H. Endi Marshal Dalimunthe, Lc., M.Pd.I (Pengurus JATTI Sumut) menyoroti pentingnya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap tata kelola haji dan umrah. Ia menilai literasi publik yang memadai menjadi faktor kunci agar masyarakat memahami mekanisme pengelolaan, hak dan kewajiban jemaah, serta peran lembaga terkait.

Pandangan lainnya disampaikan oleh Ketua Ikatan Alumni Al-Azhar (OIAA) Sumatera Utara, H. Hasbi Anshori Rambe, Lc., MA. Dalam paparannya, ia memberikan sejumlah saran kepada BPKH terkait pengelolaan keuangan jemaah haji, termasuk perlunya penguatan transparansi, akuntabilitas, serta pengelolaan dana yang berorientasi pada kemaslahatan jemaah.

Rangkaian penyampaian materi ditutup oleh Dekan Fakultas Agama Islam UNIVA Medan dan Sekjen JATTI Sumut serta Anggota Asosiasi Dosen Azhari Indonesia, Dr. H. Muhammad Tohir Ritonga, Lc., MA, yang membahas fadilah atau keutamaan ibadah haji dan umrah, serta nilai spiritual yang terkandung di dalamnya sebagai sarana pembentukan karakter dan peningkatan kualitas keimanan umat.

Setelah seluruh pemateri menyampaikan paparannya, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif dengan para peserta.

Acara kemudian diakhiri dengan foto bersama. (rel)







