DAERAH  

PLTPB Raksasa ‘Tidak Peduli’ Saat Warga Taput Diterjang Bencana, PT SOL Disorot Soal Tanggung Jawab Lingkungan dan Sosial

5233436f 3b36 4840 99d5 cb317e962bac

FORUM TAPANULI UTARA | Sikap perusahaan energi panas bumi terbesar di dunia, PT Sarulla Operations Ltd (PT SOL), menjadi sorotan tajam publik. Di tengah bencana hidrometeorologi yang menghantam Kabupaten Tapanuli Utara sejak akhir November 2025, perusahaan pengelola Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) berkapasitas 330 megawatt itu tercatat belum menyalurkan bantuan apa pun kepada warga terdampak.

Bencana tersebut mengakibatkan kerusakan rumah, lahan pertanian, korban jiwa, serta lumpuhnya aktivitas ekonomi di sejumlah kecamatan. Ironisnya, perusahaan yang beroperasi di wilayah Pahae Jae dan Pahae Julu—tepat di tengah masyarakat—justru dinilai abai terhadap krisis kemanusiaan dan lingkungan yang terjadi di sekitar wilayah operasionalnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Utara, Henry Sitompul, saat dikonfirmasi Rabu (18/2/2026), membenarkan bahwa pihak PT SOL sempat datang ke lokasi terdampak. Namun ia menegaskan tidak mengetahui adanya penyaluran bantuan.

“Memang pernah pihak PT SOL datang, tapi kami tidak tahu apakah mereka memberikan bantuan atau tidak,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapanuli Utara. Kepala Bidang Logistik BPBD menegaskan hingga pertengahan Februari 2026 tidak tercatat adanya bantuan, baik barang maupun dukungan lainnya, dari PT SOL melalui mekanisme resmi.

Padahal, sebagai perusahaan yang memanfaatkan sumber daya panas bumi daerah dan beroperasi langsung di tengah masyarakat Taput, PT SOL dinilai memiliki tanggung jawab sosial dan lingkungan yang tidak kecil. Prinsip tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan kewajiban menjaga keberlanjutan lingkungan menjadi bagian tak terpisahkan dari operasional industri ekstraktif dan energi.

07a955b9 c5ed 4662 a060 7de88e965cf1

Ketidakhadiran kontribusi perusahaan dalam situasi darurat ini memunculkan pertanyaan serius: sejauh mana komitmen lingkungan dan sosial perusahaan terhadap masyarakat sekitar wilayah kerjanya?

Di saat pemerintah daerah, TNI–Polri, relawan kemanusiaan, serta sejumlah perusahaan lain bergerak cepat menyalurkan bantuan, absennya peran PT SOL justru memperlebar jarak antara korporasi dan masyarakat. Warga menilai, kehadiran industri besar seharusnya sejalan dengan kepekaan sosial, terlebih ketika bencana melanda wilayah yang menjadi sumber aktivitas dan keuntungan perusahaan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Humas PT SOL, Hindustan Sitompul, belum memberikan keterangan resmi terkait alasan belum adanya penyaluran bantuan kepada warga terdampak.

Publik kini menunggu bukan hanya klarifikasi, tetapi juga langkah konkret. Sebab di tengah krisis lingkungan dan kemanusiaan, diamnya korporasi bisa dimaknai sebagai bentuk pengabaian terhadap tanggung jawab sosial yang melekat pada setiap aktivitas pemanfaatan sumber daya alam. (007/Harapan Sagala)