DAERAH  

Salurkan 300 Paket Sembako: Jejak Kepedulian LIPPSU Menyapa Kaum Duafa di Hari Raya

5953ab4f 4203 4dbd b3fc 4dedbbae4904

FORUM MEDAN | Di sebuah sudut kota Medan, suasana Idulfitri 1447 Hijriah terasa lebih hangat dari biasanya. Bukan hanya karena gema takbir yang masih terngiang, tetapi juga karena hadirnya tangan-tangan yang memilih untuk berbagi.

Lembaga LIPPSU menyalurkan 300 paket sembako bagi kaum duafa, membagi harapan di tengah momentum hari kemenangan. Sebanyak 100 paket disalurkan di Medan, sementara 200 lainnya akan menyusul ke Desa Sekumur, Kecamatan Sekrak, Kabupaten Aceh Tamiang.

Di halaman Yayasan Pendidikan Islam Terpadu El-Abdi, Jalan Puri, Kelurahan Komat I, Kecamatan Medan Area, Jumat siang itu (20/3), raut wajah penuh harap mulai terlihat. Usai salat Jumat, masyarakat datang dengan tertib, menunggu giliran dalam suasana yang tenang namun sarat makna.

Direktur Eksekutif LIPPSU, Azhari AM Sinik, hadir langsung memimpin kegiatan. Didampingi Ketua Bidang Dakwah dan Sosial Mhd Ismail Choir Tanjung dan jajaran pengurus lainnya, ia tak sekadar menyerahkan bantuan—tetapi juga menyapa, mendengar, dan merasakan denyut kehidupan masyarakat yang dibantu.

“Ini bukan hanya tentang sembako, tapi tentang kepedulian dan kebersamaan. Kami berharap bantuan ini bisa meringankan beban dan menghadirkan kebahagiaan,” ujar Azhari.

Satu per satu paket dibagikan. Di balik plastik berisi kebutuhan pokok itu, tersimpan harapan sederhana: agar dapur tetap mengepul, agar anak-anak bisa tersenyum di hari raya.

Seorang penerima manfaat, dengan mata yang sedikit berkaca, mengungkapkan rasa syukurnya. Baginya, bantuan itu bukan sekadar barang, tetapi bukti bahwa masih ada yang peduli.

Di momen seperti Idulfitri, makna berbagi memang terasa lebih dalam. Bukan hanya karena tradisi, tetapi karena nilai yang hidup di dalamnya—tentang empati, tentang persaudaraan, dan tentang kesadaran bahwa kebahagiaan sejati sering kali lahir dari memberi.

Azhari pun mengajak masyarakat luas untuk menjadikan semangat ini sebagai kebiasaan, bukan hanya ritual tahunan. “Idulfitri adalah waktu terbaik untuk mempererat silaturahmi dan menumbuhkan kepedulian sosial,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para donatur yang telah mempercayakan sebagian rezekinya untuk disalurkan melalui LIPPSU. Tanpa mereka, kegiatan ini tak akan berjalan dengan lancar.

Langkah kecil di Medan ini hanyalah awal. Pada 28 Maret 2026 mendatang, rombongan LIPPSU akan melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Aceh Tamiang, tepatnya di Desa Sekumur, untuk menyalurkan bantuan kepada lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.

Di sana, cerita serupa akan kembali terulang: tentang tangan yang memberi, tentang hati yang menerima, dan tentang tradisi berbagi yang terus hidup.

Di tengah dunia yang sering bergerak cepat, aksi seperti ini mengingatkan bahwa nilai-nilai sederhana—berbagi, peduli, dan saling menguatkan—masih menjadi inti dari perayaan Idulfitri. Sebuah perayaan yang, pada akhirnya, bukan hanya tentang kembali ke fitrah, tetapi juga kembali pada kemanusiaan. (re)