FORUM JAKARTA | Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menyampaikan bahwa pelaksanaan pengamanan dan pelayanan arus mudik Lebaran 2026 secara umum berjalan lancar. Indikator keberhasilan tersebut terlihat dari kelancaran arus lalu lintas, penurunan angka kecelakaan, serta meningkatnya mobilitas masyarakat di berbagai moda transportasi.
Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi (anev) selama periode 13 hingga 29 Maret 2026, jumlah kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan sebesar 6,31 persen dibandingkan Lebaran tahun sebelumnya. Penurunan signifikan juga terjadi pada korban meninggal dunia yang turun hingga 31,19 persen, serta korban luka berat yang menurun 13,8 persen. Meski demikian, korban luka ringan tercatat mengalami kenaikan sebesar 3,38 persen.
Dari sisi pergerakan kendaraan, volume kendaraan yang keluar dari Jakarta mencapai 3.255.002 unit atau meningkat 18,43 persen dibandingkan kondisi normal. Sementara itu, kendaraan yang masuk ke Jakarta tercatat sebanyak 2.989.931 unit atau naik 10,79 persen. Polri juga mencatat masih terdapat sekitar 7,7 persen kendaraan yang belum keluar Jakarta dan 11,9 persen yang belum kembali ke ibu kota.
Untuk mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik, Polri menerapkan berbagai rekayasa lalu lintas, di antaranya pengalihan arus sebanyak 205 kali, penerapan contra flow sebanyak 39 kali, one way lokal 39 kali, serta one way nasional sebanyak dua kali.
Peningkatan mobilitas juga terlihat pada angkutan umum di seluruh moda transportasi. Jumlah penumpang di terminal meningkat 11,41 persen, stasiun 8,06 persen, bandara 6,99 persen, dan pelabuhan mengalami kenaikan tertinggi sebesar 15,51 persen.
Kepala Divisi Humas Polri, Johnny Eddizon Isir, menyatakan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam pengamanan mudik.
“Pelaksanaan pengamanan dan pelayanan mudik Lebaran 2026 secara umum berjalan dengan baik. Hal ini terlihat dari menurunnya angka kecelakaan lalu lintas serta meningkatnya mobilitas masyarakat yang dapat terlayani dengan aman dan lancar,” ujarnya.
Keberhasilan tersebut turut didukung oleh berbagai kebijakan pemerintah, seperti diskon tarif tol dan transportasi publik, penambahan armada, program mudik gratis, kebijakan work from anywhere (WFA), serta pengaturan lalu lintas melalui Surat Keputusan Bersama (SKB).
Dalam pelaksanaannya, pengamanan mudik tahun ini melibatkan 161.243 personel gabungan, terdiri dari 89.928 personel Polri, 13.788 personel TNI, dan 58.327 personel dari instansi lainnya. Mereka bertugas mengamankan 185.608 objek pengamanan di seluruh Indonesia.
Polri juga memanfaatkan teknologi berbasis data real-time melalui command center, serta didukung oleh ETLE Drone Patrol Presisi, Traffic Accident Analysis (TAA), dan Road Accident Rescue (RAR) guna meningkatkan efektivitas pengamanan.
Selain itu, berbagai inovasi pelayanan publik turut dihadirkan, seperti program Mudik Gratis Polri Presisi 2026 yang diikuti 29.009 pemudik dengan dukungan 646 bus, sembilan kapal, dan armada lainnya. Layanan tambahan seperti tim urai, public address, Motor Senyum di Polda Jabar, valet ride dan SI Polan di Polda Jateng, hingga aplikasi Siger di Polda Lampung juga membantu kelancaran perjalanan pemudik.
Polri mencatat, sentimen masyarakat terhadap pelayanan mudik tahun ini didominasi respons positif, baik di media online maupun media sosial. Petugas di lapangan dinilai sigap dalam mengurai kepadatan serta mengedepankan pendekatan humanis.
Menutup keterangannya, Johnny menegaskan bahwa Polri akan terus melakukan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan di masa mendatang.
“Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi seluruh pemangku kepentingan, serta dukungan masyarakat. Ke depan, Polri akan terus berkomitmen meningkatkan pelayanan yang lebih optimal, humanis, dan berbasis teknologi,” pungkasnya. (ifeh)







