FORUM MEDAN – Hampir 40 tahun Rosila tinggal di rumah papan di Jalan Rela Gang Buntu, kawasan Air Bersih, Kelurahan Sudirejo, Kecamatan Medan Kota. Rumah yang ditempatinya bersama dua anaknya itu kini direhabilitasi melalui Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Pemko Medan.
Rasa senang dan syukur dirasakan Rosila melihat rumahnya mulai diperbaiki. Perempuan berusia 64 tahun itu tinggal bersama dua anaknya yang belum menikah, seorang laki-laki dan seorang perempuan.
“Perasaan Ibu senang, bersyukur, alhamdulillah, Pak Wali memberi bedah rumah saya. Terima kasih banyaklah. Bersyukur kalilah saya,” kata Rosila saat ditemui di rumahnya, Senin (5/10/2026).
Rosila mengatakan telah tinggal di rumah tersebut sekitar 37 tahun. Sebelumnya, rumah itu berupa bangunan papan dengan lantai semen sederhana. Suaminya telah meninggal dan kini ia tinggal bersama kedua anaknya.
Cerita hampir serupa datang dari Sundari, warga yang juga tinggal Jalan Rela Gang Buntu. Rumah yang ditempatinya bersama anak dan cucunya itu uga tengah direhabilitasi. Bangunan lama itu hanya separuh berdinding batu dengan kondisi dinding yang mulai keropos.
“Ya terima kasih banyaklah atas bantuannya. Sangat senang saya menerima pembangunannya,” ujar Sundari.
Sundari mengatakan telah tinggal di kawasan tersebut selama puluhan tahun, bahkan sejak lahir. Rumah yang ditempatinya kini berdiri di atas tanah warisan orang tuanya. Sebelum direhabilitasi, rumah tersebut pernah mengalami kebocoran, sedangkan lantainya yang semula tanah diperbaiki secara bertahap menggunakan semen.
Kini, lima orang anggota keluarga Sundari masih menempati rumah tersebut selama proses rehabilitasi berlangsung. Ia berharap rumah yang diperbaiki dapat menjadi tempat tinggal yang lebih layak bagi keluarganya.
Rosila dan Sundari ditemui saat Wali Kota Medan Rico Waas bersama Ketua TP PKK Kota Medan Airin Rico Waas meninjau langsung pengerjaan rumah mereka, Senin (5/10/2026) petang.
Dari total 213 unit yang menjadi sasaran Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni, sebanyak 111 unit atau sekitar 50 persen saat ini sedang dikerjakan. Pembangunan setiap unit ditargetkan selesai dalam waktu sekitar 40 hingga 45 hari.
Dalam peninjauan tersebut, Rico Waas melihat masih ada sejumlah bagian yang perlu dituntaskan, di antaranya saluran air dan pengecatan. Ia juga meminta agar rumah yang selesai direhabilitasi diserahkan dalam kondisi bersih dan rapi, tanpa menyisakan puing bangunan lama.
“Kalau bisa begitu serah terima, memang sudah rumah layak huni yang sudah bersih, sudah bagus. Jangan disisakan puing-puing,” kata Rico Waas. (re)







