FORUM MEDAN | Dinas Kesehatan Kota Medan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah, menyusul memburuknya kualitas udara dengan konsentrasi partikulat halus PM2.5 yang telah mencapai kategori tidak sehat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, Surya Syahputra Pulungan, Kamis (15/10/26), menyampaikan sesuai arahan bapak Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas diingatkan masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker yang sesuai apabila harus beraktivitas di luar rumah, serta segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap.
Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Rabu (14/10/2026) pukul 10.00 WIB, konsentrasi PM2.5 di Kota Medan tercatat mencapai 116,3 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Angka tersebut berada di atas nilai ambang batas baku mutu udara ambien nasional sebesar 55 µg/m³ berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021.
“Kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama karena paparan partikulat halus dapat mengganggu kesehatan, terutama sistem pernapasan. Anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan atau penyakit penyerta lainnya perlu mendapat perhatian khusus”, katanya.
Menurut Surya, Dinkes Kota Medan mengingatkan warga agar tidak mengabaikan gejala seperti batuk, sesak napas, nyeri dada, mata perih, maupun keluhan kesehatan lain yang muncul atau semakin memburuk selama kondisi kabut asap berlangsung.
“Masyarakat yang mengalami gejala tersebut diminta segera memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan sesuai kondisi kesehatannya”, ujar Surya.
Selain menggunakan masker saat terpaksa beraktivitas di luar ruangan, lanjut Surya ,warga juga dianjurkan membatasi kegiatan di luar rumah, khususnya ketika udara terlihat berasap atau kualitas udara memburuk. Masyarakat dapat memantau perkembangan kualitas udara melalui kanal informasi resmi BMKG.
“Perlindungan terhadap kelompok rentan juga menjadi perhatian penting. Orang tua diimbau membatasi aktivitas anak-anak di luar rumah, sementara keluarga yang memiliki anggota dengan riwayat asma atau gangguan pernapasan perlu lebih waspada terhadap munculnya gejala, pungkasnya.
Dinkes Kota Medan turut mengingatkan masyarakat menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan mencukupi kebutuhan air putih. Warga juga diminta tidak melakukan pembakaran terbuka, baik untuk sampah maupun lahan, yang dapat memperburuk pencemaran udara.
Kewaspadaan juga diperlukan saat berkendara karena kabut asap dapat mengurangi jarak pandang dan meningkatkan risiko kecelakaan di jalan raya.
Melalui imbauan ini, disampaikan Surya, Dinkes Kota Medan mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kesehatan selama kondisi kualitas udara belum membaik. Penggunaan masker yang tepat, pembatasan aktivitas luar ruangan, serta pemeriksaan kesehatan sedini mungkin diharapkan dapat membantu mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap.
Sumber: Dinas Kominfo Kota Medan







