FORUM JAKARTA | Maraknya toko obat Tipe G berkedok toko kosmetik maupun warung biasa di berbagai pelosok tanah air, dinilai dapat membahayakan masa depan generasi bangsa.
Seperti halnya di Kabupaten Garut dan Sumedang. Di dua kabupaten itu diduga ada beberapa titik toko obat Tipe G yang dengan sangat bebas beroperasi menjual obat yang tentunya sangat membahayakan generasi muda. Mirisnya, kebanyakan pembelinya kaum milenial.
“Dimana titik-titiknya, sudah kami Catat, tunggu aksi kami MAPAN Indonesia, karena sesuai dengan prinsip kami yakni Diam, Analisa, Aksi,” ungkap Ketum MAPAN, RD75 melalui siaran persnya yang diterima FORUM Keadilan Sumut melalui WhatsApp, Selasa (1/6/2021).
Beberapa hari yang lalu, RD75 Ketum MAPAN Indonesia turun langsung ke Garut, terkait dengan tidak ada anggaran alat test urine di Pemda Garut. Akhirnya RD 75 turun, dan mencari beberapa informasi terkait hal itu karena pentingnya test urine di ruang lingkup pemerintah daerah.
“Masa anggaran untuk membeli alat test urine tidak ada, ataukah pura-pura tidak ada karena takut di test urine? Saya sengaja datang ke Garut beberapa waktu hari lalu, untuk mencari informasi terkait tidak adanya anggaran untuk membeli alat test urine. Herannya, setelah ada pemberitaan sebelumnya, seolah-olah tidak digubris oleh Pemerintah Garut. Padahal ini sudah intruksi loh! Intruksi Presiden maupun kepala BNN RI tentang P4GN,” kata RD75.
Tunggu aksi MAPAN terkait titik obat tipe G yang sudah menjamur di Garut dan Sumedang.
“Siap-siap saja aksi MAPAN Indonesia untuk memberantas toko obat tipe G yang sudah merusak generasi muda, khususnya wilayah Priangan timur yang saat ini sudah menjamur bak toko-toko biasa yang dengan bebas beroperasi. Selain itu, MAPAN Indonesia akan mendorong BNNK Garut untuk melakukan test urine di ruang lingkup Pemerintahan Kabupaten Garut yang menurut informasi tidak bisa menganggarkan untuk membeli alat test urine,” pungkas RD75.








