FORUM DELI SERDANG | Seorang personel TNI yang belum diketahui identitasnya, bertugas di Batalyon Artileri Medan (Armed) 2/105 Kilap Sumagan sempat ditangkap warga usai terjadinya percobaan perampokan di gerai BRI Link, di Dusun III, Desa Candirejo, Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.
Personel TNI itu ditangkap saat warga beramai-ramai mengejar pelaku yang mencoba merampok dan memukuli kasir agen BRI Link.
Saat itu, warga melihat ada seseorang yang membersihkan diri di kolam, tak jauh dari lokasi kejadian.
Ketika didatangi, dia gugup, nafasnya tersengal-sengal dan bajunya kotor.
Menurut informasi, ia juga tidak memakai sepatu ataupun alas kaki.
Karena nyaris diamuk massa, personel TNI tersebut dibawa ke Batalyon Artileri Medan (Armed) 2/105 Kilap Sumagan tempatnya bertugas.
Terkait adanya personel TNI Armed ditangkap warga karena dicurigai sebagai orang yang mencoba merampok gerai BRI Link, Kapolsek Sibiru-biru, AKP Natanail membenarkannya.
Namun saat saksi mata kejadian didatangi, ia menyebut pelakunya bukan personel TNI yang sudah ditangkap karena bahunya dianggap berbeda.
“Kalau itu enggak, belum tahu kita karena saksi yang melihat punggungnya itu bukan itu. Jadi kita gak bisa menyatakan itu dia karena gak ada kaitannya. informasinya seperti itu (diamankan ke Batalyon),”kata Kapolsek Sibiru-biru, AKP Natanail, Sabtu (2/11/2024).
AKP Natanail mengatakan, pihaknya mendatangi gerai BRI Link yang menjadi percobaan perampokan.
Di lokasi, Polisi menemukan sepasang sepatu berwarna hitam lis oranye penuh lumpur.
“Kalau yang kita amankan ada sepatu katanya. tapi kan kita belum tahu sepatu ini tertinggal di situ.”
Soal adanya personel TNI dari Batalyon Artileri Medan (Armed) 2/105 Kilap Sumagan sempat ditangkap, Pasintel Armed Kapten Yudiaro juga membenarkan adanya personel TNI yang ditangkap warga.
Namun dia membantah personel TNI itu pelaku percobaan perampokan agen BRI Link yang terekam kamera CCTV memukul kasir pakai batu.
Ia menyebut, saat itu prajurit Angkatan Darat (AD) itu sedang mengendarai sepeda motor dan melihat warga ramai-ramai berlari.
Kemudian ia disebut ikut mengejar warga dari belakang.
“Itu dia pas lewat naik sepeda motor, ditengoknya ramai, dikejarnya dari belakang,”ungkapnya.
Kapten Yudiaro tidak menjelaskan dimana keberadaan TNI tersebut apakah di Armed atau dibawa ke Denpom I/ 5 Medan.
Ia menyebut pihaknya telah mengklarifikasi ke salah satu saksi, dan saksi menyatakan ciri-ciri pelaku bukan personel TNI tersebut.
“Sudah kita konfirmasi. Ada orang depan yang membantu korban saat kejadian. Jadi dia yang memastikan bukan Abang (TNI) ini pelaku.”
Kronologi Percobaan Perampokan Agen BRI Link di Kecamatan Sibiru-biru
Kapolsek Sibiru-biru, AKP Natanail mengungkap kronologi percobaan perampokan di gerai BRI Link terjadi sekitar pukul 15:18 WIB.
Saat itu korban sedang berada di meja kasir, tepatnya di dalam ruko, dekat jalan raya.
Pelaku masuk dari belakang rumah toko (ruko) langsung mendatangi dan memukuli korban bernama Rosi Prasasti, 21 tahun.
“kalau menurut keterangan pelapor dari belakang pelaku datang) karena pintu itu tidak ditutup,”terangnya.
AKP Natanail mengatakan, pohak gerai BRI Link sudah membuat laporan ke Polsek Sibiru-biru.
Namun laporannya bukan perampokan, melainkan penganiayaan.
Katanya, belum ada barang ataupun uang yang diambil dan korban saja yang dianiaya. (int)







