FORUM TEBING TINGGI | Moment serah terima jabatan (Sertijab) Walikota dan Wakil Walikota Tebing Tinggi, Sumatera Utara, seyogianya diwarnai aksi unjuk rasa bersama oleh sejumlah masyarakat yang tergabung dalam elemen organisasi / komunitas mahasiswa dan pemuda Kota Tebing Tinggi. Rencananya aksi akan digelar di depan Gedung DPRD Kota Tebing Tinggi, Senin (3 /3/2025).
Mengutip berbagai sumber di lapangan, ada hal unik dalam aksi tersebut, justru yang di unjuk rasa bukan Pasangan Walikota dan Wakil Walikota terpilih yakni pasangan Iman Irdian Saragih dan Chairil Mukmin Tambunan justru yang bakal di unjuk rasa adalah mantan Pj Walikota dan Kadis Pendidikan Kota Tebing Tinggi.
Awalnya direncanakan para pengunjuk rasa akan menyampaikan sejumlah tuntutan dan mendesak pihak Kejaksaan Negeri Kota Tebing Tinggi c/q .Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara agar melakukan pemeriksaan mendalam kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Tebing Tinggi terkait adanya dugaan Kolusi, Korupsi dan Nepotisme, sesuai surat Pj. Walikota Tebing Tinggi Nomor : 900.1.1.4 /964/BPKPD /2025. Prihal Pemberitahuan Perubahan Atas Perwal Nomor 36 /2024.tentang penjabaran APBD 2025 yang ditanda tangani Pj.Walikota Tebing Tinggi.
Namun faktanya aksi unjuk rasa bersama Elemen Organisasi / Komunitas Mahasiswa dan Pemuda Kota Tebing Tinggi tersebut di undurkan karena demi menjaga kondusifitas dan terkait himbauan Kepala Kepolisian Resort setempat serta menjaga hubungan baik dengan pasangan Walikota / Walikota Tebing Tinggi terpilih, kebetulan pada saat rencana aksi akan digelar juga berkenaan dengan Acara Sidang Paripurna Khusus Serah Terima Jabatan.antara Pj Walikota sebelumnya dengan pasangan terpilih.
Ketua / Koordinator aksi Firdaus Tanjung menegaskan bahwa aksi unjuk rasa mereka undurkan demi menjaga Kondusifitas dan menghargai Walikota / Wakil Walikota Terpilih. ” Tidak mungkin kami gelar unjuk rasa bila ternyata mencederai perasaan pasangan Walikota dan Wakil Walikota Terpilih dan kami juga masih mendengar himbauan Kapolres Tebing Tinggi ” jelasnya.
Menjawab pertanyaan awak media, Firdaus Tanjung menekankan bahwa tuntutan dalam surat pemberitahuan aksi unjuk rasa bersama Elemen Organisasi / Komunitas Mahasiswa dan Pemuda Kota Tebing Tinggi yang telah di kirim ke pihak aparat penegak hukum dan nantinya akan disampaikan ke DPRD dan Kejaksaan Negeri Kota Tebing Tinggi serta pihak yang dianggap.perlu, yang tadinya berupa aksi turun kejalan akan di ganti dalam bentuk aksi dialogis.
“Kami berencana menyampaikan tuntutan kami secara dialogis dan meminta pihak Kejaksaan Negeri Kota Tebing Tinggi harus segera mengambil langkah konkret dalam mengusut tuntas dugaan KKN di maksud,” ucap Firdaus Tanjung.
“Bila tuntutan yang tertuang dalam surat laporan nantinya tidak ditangani secara serius, tidak lepas kemungkinan kami akan melakukan aksi turun kejalan dengan jumlah massa yang lebih banyak ” tegas Firdaus Tanjung.
Dari keterangan sementara yang berhasil dihimpun awak media, dugaan adanya indikasi penyelewengan atau penyalah gunaan jabatan yang berpeluang merugikan keuangan negara ini menjadi perhatian banyak pihak. Bahkan sejumlah oknum wakil rakyat mengaku mengendus dugaan praktek KKN di lingkungan Dinas Pendidikan tersebut dan tidak melepas kemungkinan akan menyeret banyak pihak. (Met)







