FORUM TEBING TINGGI | Di malam yang sunyi, dalam kawasan areal perkebunan kelapa sawit AFD III PTPN IV Regional I Kebun Gunung Monako, Desa Damak Urat, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai, mendadak berubah mencekam. Pasalnya sekitar pukul 20.00 WIB, Jumat (17/10/2025) kemarin, seorang karyawan bernama Janpiannis Damanik (30), ditemukan tak sadarkan diri di antara batang sawit dan diduga kuat tersengat arus listrik yang melintang di atas areal tempat dia bekerja.
Janpiannis malam itu sedang bertugas dalam sistem shift malam, sebuah rutinitas yang bagi sebagian besar pekerja perkebunan dianggap biasa. Namun di tengah gelap kebun, kabel listrik yang tampak tidakk berbahaya justru menjadi “jerat maut” yang merenggut nyawanya.
Rekan-rekan sekerja yang mengetahui kejadian itu sempat bergegas memberi pertolongan. Korban segera dibawa ke RS Sri Pamela Tebing Tinggi, namun sayang, nyawa Janpiannis tak terselamatkan. Ia dinyatakan meninggal dunia sesaat setelah tiba di rumah sakit.
Kabar duka itu sontak menyebar di antara karyawan dan masyarakat sekitar kebun. Tepatnya pada
Sabtu dini hari (18/10/2025 ), sekitar pukul 03.00 WIB, Tim Inafis Polres Tebing Tinggi bersama personel Polsek Sipispis turun langsung ke lokasi. Mereka melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, serta memeriksa saksi-saksi yang berada di sekitar lokasi saat kejadian.
“Kami sudah melakukan olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi. Dugaan sementara korban tersengat listrik, namun penyelidikan masih terus dilakukan,” ujar Kasi Humas Polres Tebing Tinggi, AKP Mulyono, saat dikonfirmasi sejumlah awak media, Sabtu (18/10/2025).
Sementara itu, pihak keluarga korban menyatakan menolak dilakukan otopsi, dan memilih menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Jenazah kini telah disemayamkan di rumah duka. Situasi di lapangan sendiri dilaporkan aman dan aktivitas perkebunan kembali normal.
Namun, sekalangan masyarakat di sekitar tempat kejadian menyoroti adanya potensi kelalaian dalam aspek keselamatan kerja di wilayah kebun sawit tersebut. Dari hasil pantauan, kuat dugaan kabel listrik yang melintang di atas kebun tidak memiliki jarak aman dari area kerja para pemanen sawit.
Sekalangan pekerja yang tidak ingin menyebutkan jati dirinya meminta agar manajemen PTPN IV, bersama PLN dan pihak keamanan, segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap instalasi listrik di seluruh blok areal perkebunan. Langkah ini penting untuk mencegah jatuhnya korban berikutnya.
Kematian Janpiannis menjadi cermin buram dari rapuhnya sistem keamanan kerja di lapangan. Di balik rimbun pohon sawit yang menghidupi ribuan keluarga, ternyata masih tersembunyi ancaman mematikan akibat lemahnya pengawasan teknis dan minimnya perlindungan terhadap tenaga kerja.
Arus listrik yang tak terkendali itu kini telah merenggut satu nyawa. Namun lebih dari itu, peristiwa ini menyisakan tanda tanya besar: seberapa serius perusahaan plat merah seperti PTPN IV menjaga keselamatan pekerjanya ( Met ).







