FORUM JAKARTA | Mengantisipasi kemungkinan insiden selama arus mudik dan arus balik Idul Fitri 1447 Hijriah, Badan Pemelihara Keamanan Polri menyiapkan dua unit ambulans udara untuk memberikan pertolongan medis darurat bagi para pemudik.
Kepala Baharkam Polri Karyoto mengatakan ambulans udara tersebut disiagakan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kecelakaan atau kondisi darurat selama perjalanan mudik. Saat ini, kedua ambulans udara tersebut ditempatkan di wilayah Pulau Jawa.
“Secara khusus kami menyiapkan dua ambulans udara yang dapat digunakan sewaktu-waktu apabila terjadi insiden dalam perjalanan mudik. Saat ini penempatannya berada di Pulau Jawa,” ujar Karyoto dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Indonesia, Rabu (11/3/2026).
Ambulans udara tersebut merupakan dukungan operasional dari Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Korpolairud) Baharkam Polri dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.
Helikopter yang digunakan adalah jenis NBO-105 dan NBO-105 P-115 yang mampu mengangkut dua korban sekaligus. Helikopter ini juga dilengkapi peralatan medis serta standar keselamatan penerbangan untuk mendukung evakuasi korban kecelakaan secara cepat.
Menurut Karyoto, ambulans udara tersebut akan disiagakan di dua titik strategis jalur mudik, yakni Rest Area Kalikangkung di Semarang serta Rest Area KM 29 Tol Jakarta–Cikampek Toll Road.
Selain ambulans udara, Korpolairud Baharkam Polri juga menyiagakan enam helikopter dan satu pesawat udara dengan dukungan 47 personel yang ditempatkan di Mako Ditpoludara Korpolairud Baharkam Polri.
Pengamanan di wilayah perairan juga diperkuat dengan dua kapal patroli, yakni Kapal Gelatik 5016 yang disiagakan di Pelabuhan Merak, Banten, serta Kapal Bima 7015 di Pelabuhan Ketapang, Gilimanuk.
Di sisi lain, Korps Samapta Bhayangkara (Korsabhara) Baharkam Polri juga menyiapkan 19 unit kendaraan patroli serta mengerahkan polisi pariwisata dan polisi satwa untuk pengamanan di sejumlah titik keramaian.
Operasi Ketupat 2026 sendiri akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Dalam operasi ini, sebanyak 548 personel Baharkam Polri dilibatkan dalam satuan tugas operasi pusat.
Personel tersebut akan ditempatkan di berbagai lokasi strategis seperti tempat ibadah, objek wisata, terminal, stasiun, rest area, bandara hingga pelabuhan guna memastikan keamanan serta kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini. (red/zas)







