FORUM MEDAN | Komunitas Da’i Melayu (KOMDAM) Sumatera Utara menggelar kegiatan religius bertajuk Gebyar Ramadhan selama dua hari, 10 hingga 11 Maret 2026, di Kota Medan. Kegiatan ini menjadi bagian dari syiar Islam sekaligus upaya menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada generasi muda.
Ketua Umum KOMDAM Sumut, Ustadz Bukhari Al Hafidz yang akrab disapa Ustadz Gondrong, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan nilai religius Islam kepada anak-anak dan generasi bangsa melalui kegiatan yang positif selama bulan suci Ramadhan.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari syiar Islam serta upaya memperkenalkan nilai-nilai religius kepada generasi muda, sekaligus membangun mental dan karakter mereka melalui berbagai perlombaan,” ujar Ustadz Bukhari.
Selama dua hari pelaksanaan, KOMDAM Sumut menggelar berbagai perlombaan bernuansa religi dan budaya. Di antaranya lomba Pildacil (Pemilihan Dai Cilik) yang diharapkan menjadi cikal bakal lahirnya dai muda Melayu, lomba hafalan surah pendek untuk mengasah kemampuan menghafal Al-Qur’an anak-anak, serta lomba Barzanji dan Marhaban yang diikuti para ibu-ibu dari Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang.
Selain itu, panitia juga mengadakan lomba mewarnai logo KOMDAM yang menampilkan simbol tanjak dan Istana Maimun. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan budaya dan tradisi Melayu kepada anak-anak sekaligus mengingatkan sejarah peradaban Melayu di Kota Medan, yang ditandai dengan keberadaan Istana Kesultanan Deli.
Acara puncak berlangsung dengan khidmat dan dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk Sultan Deli XIV, staf ahli Wali Kota Medan, Kepala Dinas UMKM Kabupaten Batu Bara, tokoh agama, serta aparatur pemerintahan setempat.
Ustadz Bukhari menegaskan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus membangun kolaborasi antara dai muda Melayu dengan pemerintah di wilayah pesisir Melayu.
“Merajut ukhuwah Islamiyah serta membangun kolaborasi antara dai muda Melayu dengan pemerintah merupakan bagian dari visi dan misi KOMDAM Sumut,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan para pengurus dan masyarakat Melayu yang hadir bahwa dakwah merupakan kewajiban setiap muslim. Bahkan dengan penuh semangat ia menyebut para dai sebagai “PNS” dalam arti Pegawai Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.
Sementara itu, dalam sambutannya Sultan Deli XIV dan perwakilan Pemerintah Kota Medan mengajak masyarakat untuk memperkuat silaturahmi selama bulan suci Ramadhan agar ibadah yang dijalankan semakin bermakna.
Rangkaian kegiatan Gebyar Ramadhan KOMDAM Sumut kemudian ditutup dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba yang telah berpartisipasi, sekaligus menjadi momentum mempererat kebersamaan umat dalam suasana Ramadhan yang penuh berkah. (red)







