Satresnarkoba Tebing Tinggi Bongkar Dugaan Jaringan Sabu, Seorang Pria Diamankan

IMG 20260521 WA0084

FORUM Tebing Tinggi | Menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas peredaran narkotika di wilayah Kota Tebing Tinggi, Satresnarkoba Polres Tebing Tinggi bergerak cepat melakukan penggerebekan di Jalan Gunung Leuser, Kelurahan Tanjung Marulak, Rabu sore (20/5/2026).

Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan seorang pria yang diduga terlibat dalam peredaran narkotika jenis sabu. Langkah cepat aparat ini dinilai sebagai bentuk respons atas keresahan masyarakat terhadap maraknya peredaran narkoba yang dinilai mulai merambah lingkungan permukiman.

Kasat Resnarkoba Polres Tebing Tinggi, AKP Jimmy R. Sitorus, SH menjelaskan, sebelum dilakukan penindakan, pihaknya terlebih dahulu melakukan penyelidikan mendalam atas informasi yang diterima dari warga.

“Setelah memastikan informasi tersebut, petugas langsung melakukan penggerebekan dan mengamankan pelaku yang berada di depan sebuah rumah di Jalan Gunung Leuser, Tanjung Marulak,” ujar AKP Jimmy, Kamis (21/5).

Dalam pengungkapan itu, personel Satresnarkoba yang dipimpin Kanit Idik I Ipda Hadi Priyono, SH berhasil mengamankan seorang pria berinisial SD alias M (40), warga Jalan Sambu Gang Buntu, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan.

Dari hasil pengembangan di lapangan, petugas kemudian bergerak menuju Perumahan Villa Alila Shafa di Jalan Gunung Bakti. Di lokasi tersebut, aparat menemukan barang bukti narkotika yang disembunyikan di dalam sebuah helm.

Hasil penggeledahan menemukan 8 plastik klip berisi narkotika jenis sabu dengan berat total 33,42 gram, satu buah pipet berbentuk skop, satu unit handphone, serta uang tunai sebesar Rp161 ribu yang diduga berkaitan dengan transaksi narkotika.

Saat diinterogasi, pelaku mengakui barang haram tersebut merupakan miliknya yang diperoleh dari seseorang berinisial A.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan pengembangan untuk memburu pemasok utama yang diduga menjadi bagian dari jaringan peredaran narkotika tersebut.

Pengungkapan ini kembali menjadi alarm bahwa peredaran narkoba masih menjadi ancaman serius di Kota Tebing Tinggi.

Masyarakat pun diharapkan terus aktif memberikan informasi kepada aparat penegak hukum agar upaya pemberantasan narkotika tidak berhenti hanya pada pengguna maupun pengedar lapangan, tetapi juga mampu menyentuh aktor utama di balik jaringan tersebut. (MET)