FORUM ASAHAN | Musyawarah Cabang (Muscab) IX PPP Asahan berakhir kisruh. Ada pihak mengklaim bahwa Muscab telah memilih Zaid Afif menjadi Ketua DPC PPP Asahan, dinyatakan sebagai pengakuan sepihak dan menyesatkan.
Ketua Panitia Muscab PPP Asahan, Tahir menyatakan bahwa Muscab bertujuan memilih dan membentuk tim formatur terdiri dari 1 perwakilan DPP, 1 perwakilan DPW, 1 perwakilan DPC, 4 perwakilan PAC yang ditugaskan selama 20 hari untuk membentuk kepengurusan.
Sayangnya, ketika Muscab sedang memasuki pembahasan paripurna 1, terjadi perdebatan sehingga pimpinan sidang menyatakan deadlock. Artinya belum sampai paripurna V yaitu pemilihan formatur, Muscab sudah dinyatakan deadlock.
Sesuai AD/ART dan PO, di pasal 16 ayat 6 tentang keabsahan dinyatakan DPP berwenang membatalkan/meluruskan/memperbaiki keputusan Muscab dan formatur yang bertentangan dengan AD/ART dan Peraturan Organisasi Partai Persatuan Pembangunan. Artinya permasalahan Muscab IX DPC PPP Asahan diserahkan atau diambil alih oleh DPP.
“Muscab deadlock. Permasalahan ini telah diambil oleh DPP PPP. Kami melihat bahwa ada beberapa kecurangan yang dilakukan oleh beberapa peserta Muscab, diantaranya ada peserta SK kepengurusan PAC yang tidak berhak ikut Muscab, malah hadir dan memberikan suara. Akibatnya, terjadi kericuhan hingga ketua dan sekretaris panitia yang menjadi pimpinan sidang membatalkan Muscab PPP dan menyatakan deadlock yang diikuti oleh peserta Muscab dan dihadiri kader partai berlambang kabah,” katanya.
Ketika dikonfirmasi ketua PPP terpilih Zaid Afif SH malah mengaku Muscab berjalan lancar. “Musyawarah tetap berjalan lancar sampai akhir sidang pleno dan ditetapkannya lima formatur terpilih, meski memang diawal sidang sempat terjadi sedikit perdebatan dan itu merupakan hal yang biasa dalam setiap musyawarah,” kata Sekretaris DPC PPP Asahan, Zaid Afif saat dikonfirmasi wartawan, Senin (25/10/2021).

Zaid Afif
Zaid Afif juga membantah, jalannya musyawarah menemui jalan buntu alias deadlock. Dia menyebut, proses musyawarah tetap berjalan sesuai garis aturan dalam AD ART partai dan disaksikan oleh utusan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP.
Sebelumnya, jalannya sidang pleno pertama dengan agenda pembahasan tata tertib dibuka oleh pimpinan sidang M.Thahir bersama dua orang anggota sidang lainnya yakni Zulham Taufik dan Abdul Hakim.
Namun, di tengah sidang pleno pertama terjadi kegaduhan hingga akhirnya pimpinan sidang (Tahir) menutup sidang pleno dan menyatakan deadlock tanpa meminta persetujuan dari peserta musyawarah. Singkat cerita dua pimpinan sidang (Tahir dan Abdul Hakim) keluar begitu saja dari ruangan dan tersisa masih ada satu anggota pimpinan sidang lagi. Sementara itu, mayoritas peserta disebut-sebut terbelah, sebahagian berada di ruangan, selebihnya keluar dari arena persidangan. (Heri Setiadi)







