Nelayan di Kelurahan Bagandeli, Kecamatan Medan Belawan, menerima kartu asuransi nelayan yang bekerja sama dengan Pemko Medan dan Asuransi Ramayana. Penerima asuransi tersebut berjumlah 698 orang nelayan. Abdul Rahman, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Medan mengucapkan terima kasih kepada Pemko Medan atas pemberian asuransi pada nelayan dan berharap agar asuransi tersebut dapat memberi kebermanfaatan bagi nelayan. Ia juga menyerahkan kartu secara simbolis di Ujungtanjung Bagandeli kepada nelayan. Selain itu, juga disampaikan sejak 18 Oktober 2021 sampai 18 Oktober 2022 kartu asuransi nelayan mulai aktif di tahun pertama. Untuk tahun pertama kartu asuransi akan dibayarkan oleh Pemko Medan dengan jumlah uang sebesar Rp 175.000 sedangkan untuk tahun selanjutnya akan dikenai biaya sendiri bagi para nelayan. Waspada.co.id (31 Januari 2022)
Hanya karena pemerintah mengeluarkan kartu asuransi kepada nelayan bukan berarti nelayan merasakan kesejahteraan sepenuhnya. Bahkan, nelayan tetap harus membayar iuran pada setiap bulan. Dan juga, nelayan yang menerima asuransi harus memenuhi kriteria tertentu karena tidak semua nelayan memenuhi syarat untuk mendapatkan asuransi tersebut. Besarnya resiko yang dimiliki oleh nelayan tidak dapat dibandingkan dengan reputasi baik yang diperoleh pemerintah sebagai solusi parsial yang mewajibkan asuransi.
Sepatutnya pemerintah tak hanya memberikan asuransi semata, tetapi juga memberikan kesejahteran bagi tiap nelayan karena itu merupakan kewajiban pemerintah.Bukan bermanis muka di depan para nelayan agar mendapatkan kepercayaan mereka.Nelayan hanya merasakan manis diawal, mencekik dikemudian hari. Bisa disimpulkan, praktik asuransi merupakan bukti pengalihan tanggung jawab kesejahteraan bagi masyarakat yang seharusnya dipundak pemerintah/negara lalu dipindahkan ke pundak institusi.

Dalam sistem kapitalis yang saat ini diterapkan dinegri ini, negara hanya sekedar berperan sebagai regulator. Negara hanya sebagai alat pengatur yang melepas diri dari kewajiban memenuhi kebutuhan rakyat. Rakyat dibiarkan untuk memenuhi kebutuhannya sendiri baik sandang, pangan, papan, kesehatan, pendidikan, dan keamanan. Rakyat harus hidup mandiri dalam penerapan sistem kapitalis sekuler yang menjauhkan peran Allah dalam mengatur kehidupan bermasyarakat. Rakyat dibebankan untuk memikirkan masa depannya sendiri. Tentulah semua bergantung kepada uang yang dimiliki. Saat mereka berduit banyak maka secara otomatis rakyat bisa memenuhi kehidupannya tapi jika rakyat yang tak berduit pasti dia akan kesulitan untuk memenuhi kebutuhannya sehari hari. Itulah kapitalis yang saat ini berkuasa, hanya segelintir orang orang yang memiliki modal (berduit) yang bisa hidup nyaman, terjamin kesejahteraannya di negri ini.
Kondisi ini tentu berbeda dengan islam. Justru di dalam islam asuransi adalah keharaman. Menurut Taqiyyudin An-Nabhani, praktek asuransi yang berkembang di masyarakat adalah haram, baik dari aspek akad atau transaksi, maupun aspek jaminan atau janji perusahaan asuransi kepada pihak tertanggung. Pendapat Taqiyuddin senada dengan ulama kontemporer, yaitu, yaitu Sayyid Sabiq, Yusuf Qardhawidan Abdullah al-qalqii bahwa asuransi itu haram dengan segala bentuknya. Alasan keharaman asuransi adalah bahwa asuransi sama dengan judi, asuransi mengandung unsur ketidakpastian, mengandung riba, premi yang dibayarkan akan diputar dalam praktik riba, serta hidup dan matinya manusia dijadikan aspek bisnis yang artinya mendahului takdir Allah Swt. (Hasan Hamid, Asuransi dalam Hukum Islam, Insan Media, 2008)
Sistem islam sendiri menjamin atas kesejahteraan masyarakat tanpa syarat. Rasulullah Saw. bersabda “siapa dari kalian yang bangun pagi dalam keadaan hatinya aman/damai, sehat badannya dan memiliki makan hariannya maka seolah-olah telah dikumpulkan dunia untuk dirinya.” (HR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah, al-Bukhari dalam Adab al-Mufrad, al-Qudha’i dalam Musnad Syihab, al-Baihaqi dalam Syu;ab al-Iman dan al-Humaidi dalam Musnad al-Humaidi)
Dari hadist diatas, jelaslah peran agama dalam pandangan islam yaitu menjamin kebutuhan rakyatnya. Setiap satu nyawa sangat berharga dalam pandangan islam, tentunya negara akan hadir ditengah tengah rakyat. Sebab negara bertugas sebagai raa’in yang senantiasa mengurusi segala bentuk hajat hidup rakyat. Islam akan memberikan jaminan kesejahteraan kepada rakyat tanpa adanya premi sebagaimana halnya sistem kapitalisme misalnya saja seorang nelayan mereka akan mendapatkan haknya bukan hanya sebatas bentuk apresiasi.
Islam akan memberikan kebutuhan terbaik demi keberlangsungan para nelayan, bukan sekedar para nelayan tapi seluruh rakyat yang ada didalam Negara Islam.Rakyat tak semata-mata memperoleh janji manis saja, tanpa adanya realisasi.Konsep islam tidak akan pernah berlaku dalam sistem kapitalis sekuler seperti saat ini. Sistem tersebut hanya bisa berjalan bilamana diterapkan dalam sistem islam. Dengan menggunakan sistem pemerintahan islam, Khilafah Islamiyah. Wallahu’alam bishwawab.
Penulis: Hustina Halimah Putri HS
Mahasiswi Institut Teknologi Medan







