Kapolri Instruksikan Antisipasi Bencana Saat Lebaran, Cuaca Diprediksi Berawan hingga Hujan Lebat

img 20260312 wa0010 270069

FORUM JAKARTA | Kapolri Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan seluruh jajaran kepolisian untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama periode mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026.

Instruksi tersebut disampaikan saat Kapolri memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di kawasan Monumen Nasional, Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Dalam amanatnya, Listyo Sigit Prabowo mengingatkan bahwa prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan kondisi cuaca selama arus mudik Lebaran tahun ini diprediksi berawan hingga berpotensi terjadi hujan lebat di sejumlah wilayah.

“Perlu kewaspadaan khusus terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama di wilayah selatan Indonesia seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara,” ujar Kapolri.

Ia menegaskan seluruh personel yang terlibat dalam Operasi Ketupat harus berada dalam kondisi siaga penuh, termasuk menyiapkan tim tanggap bencana, sarana dan prasarana pendukung, serta langkah-langkah penanganan bencana mulai dari tahap pra-bencana, saat bencana, hingga pascabencana.

Selain itu, Kapolri juga mengungkapkan bahwa puncak arus mudik Lebaran diprediksi terjadi dalam dua gelombang, yakni pada 14–15 Maret dan 18–19 Maret. Sementara puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 24–25 Maret serta 28–29 Maret.

Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas, pemerintah telah menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas selama periode Lebaran. Kebijakan tersebut meliputi pembatasan operasional angkutan barang, penerapan sistem one way, contra flow, hingga aturan ganjil-genap di sejumlah ruas jalan.

Selain itu, pengaturan penyeberangan laut juga akan dilakukan, termasuk pemanfaatan lokasi penimbangan kendaraan sebagai tempat istirahat sementara bagi pemudik.

Kapolri meminta seluruh personel di lapangan untuk memahami dan mensosialisasikan kebijakan tersebut kepada masyarakat agar pelaksanaannya berjalan tertib.

Di sisi lain, Listyo Sigit Prabowo juga menekankan pentingnya pemetaan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), seperti premanisme, balap liar, hingga konflik antar kelompok.

Ia menginstruksikan agar patroli rutin ditingkatkan dengan melibatkan unsur pengamanan swakarsa, terutama pada titik-titik dan waktu yang dinilai rawan gangguan keamanan.

Selain pengamanan di jalan raya, Kapolri juga meminta jajaran kepolisian dari tingkat Polsek hingga Polres melakukan pendataan rumah yang ditinggalkan pemudik serta menyediakan layanan penitipan kendaraan bagi masyarakat yang mudik.

Kapolri juga mengingatkan agar layanan darurat Kepolisian 110 dioptimalkan sehingga masyarakat dapat dengan mudah memperoleh bantuan saat membutuhkan.

Menurutnya, keberhasilan Operasi Ketupat sangat penting karena momentum Lebaran tidak hanya menjadi tradisi tahunan masyarakat, tetapi juga berkontribusi besar terhadap perputaran ekonomi nasional di berbagai daerah.

“Keberhasilan Operasi Ketupat merupakan tanggung jawab kita bersama. Terus tingkatkan soliditas dan sinergisitas dalam setiap pelaksanaan tugas, bersama kita wujudkan Mudik Aman, Keluarga Bahagia,” pungkas Kapolri. (red/zas)