FORUM Tebing Tinggi | Klarifikasi Dinas Kesehatan Kota Tebingtinggi terkait data HIV/AIDS pada sebuah portal berita jejaring memunculkan dua sisi pertanyaan yang sekaligus merupakan upaya meluruskan persepsi publik dan sinyal bahwa tantangan penanganan HIV di kota Tebing Tinggi terbilang masih cukup serius.
Dikutip dari portal berita, Dinas Kesehatan menegaskan bahwa angka 698 orang terkonfirmasi HIV/AIDS bukanlah jumlah kasus dalam satu tahun, melainkan akumulasi sejak 2013 hingga April 2026 berdasarkan data Sistem Informasi HIV/AIDS (SIHA) Kementerian Kesehatan RI.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tebingtinggi, dr. Fitri Sari Saragih, M.Kes, yang di konfirmasi pada Kamis ( 7/5/2026 ) lewat pesan whatsapps terkait issue yang berkembang di kalangan masyarakat bahwa jumlah penderita HIV – Aids di Kota Tebing Tinggi mencapai 800-an orang, beliau tidak menjawab hanya meneruskan sebuah link portal berita jejaring.
Dalam keterangannya yang dikutip dari portal berita di maksud di sebutkan tingginya capaian skrining justru menjadi indikator keberhasilan deteksi dini terhadap kasus-kasus yang sebelumnya belum terjangkau layanan kesehatan.
Pada tahun 2025, Dinkes mencatat telah melakukan skrining terhadap 5.932 orang atau sekitar 93 persen dari target, dengan hasil penemuan 110 kasus baru HIV.
Di sisi lain, sejumlah kalangan menilai penjelasan tersebut juga menunjukkan bahwa fenomena “gunung es” HIV/AIDS masih menjadi tantangan nyata. Sebab, semakin masif skrining dilakukan, semakin terbuka pula kemungkinan ditemukannya kasus-kasus yang selama ini tidak terdeteksi.
Selain menyoroti pentingnya edukasi dan penghapusan stigma, perhatian publik kini mulai mengarah pada gambaran lebih rinci mengenai tren penyebaran kasus, tingkat pengobatan, hingga efektivitas program penanganan yang dijalankan pemerintah daerah.
Apalagi, dalam keterangannya, Dinkes juga mengakui masih adanya hambatan berupa stigma sosial, diskriminasi, serta sulitnya menjangkau populasi kunci dalam program pencegahan dan pengobatan HIV/AIDS.
Pemerintah Kota Tebingtinggi sendiri menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat layanan skrining, konseling, serta pengobatan ARV gratis melalui rumah sakit dan sejumlah puskesmas layanan PDP yang telah aktif melakukan pendekatan jemput bola di lapangan. (MET)







