FORUM ASAHAN | Ratusan warga dari tiga desa yakni Desa Tanjung Asri, Tanjung Alam dan Desa Bahung Sibatu-batu, Kecamatan Seid Dadap melakukan aksi penghadangan terhadap beberapa truk angkutan tanah galian c milik PT Porsea Alam Mandiri. Pasalnya, truk-truk bermuatan galian c itu mengakibatkan kerusakan jalan di tiga desa tersebut. Warga pun meminta galian c tersebut dihentikan, Sabtu (27/11/2021).
Joni Manurung, utusan PT Porsea Alam Mandiri mendatangi salah satu warga Desa Tanjung Alam, Sugiarto. Ia mempertanyakan apakah ada aksi unjuk rasa terhadap penolakan galian c yang dikelola oleh perusahaannya. “Yang saya tau bahwa tidak ada aksi. Tapi klo ada tiga warga desa yang menolak keberadaan galian c tersebut, saya tidak bisa melarangnya,” ujar Sugiarto.
Masyarakat meminta kepada perusahaan untuk menutup galian c tersebut agar jalan tidak mengalami kerusakan dan abu yang sangat mengganggu kehidupan masyarakat tiga desa. “Kami sudah bertahun tahun menantikan jalan yang bagus. Tapi kok tiba-tiba ada perusahaan seenaknya melewati jalan yang sudah bagus,” sebut warga saat ditemui di sela sela aksi unjuk rasa.
Saat aksi unjukrasa, pihak PT Porsea Alam Mandiri, suryono mengatakan akan berkordinasi dengan pimpinan perusahaan terkait permintaan warga. Untuk penghentian akan menunggu jawaban dari pimpinan. “Kami semua izin-izin lengkap. Dan mengenai keinginan sebagian warga, kami akan memberikan konstribusi kepada warga berupa bantuan-bantuan sosial setiap rumah yang dilalui. Memperbaiki jalan dan jembatan yang rusak akibat dri kegiatan galian c ini,” katanya.
“Kami juga, perusahaan tidak akan tinggal diam dengan kondisi di lapangan,” tambahnya.
Saat ditanya keinginan warga yang menghendaki agar kegiatan tersebut dihentikan? “Nggk bisalah pak, karena kami kan punya izin yang lengkap, termasuk dari kementrian,” tukasnya. (heri setiadi/tim)










