Polisi Periksa 9 Saksi Kasus Suntik 15 Kali Vaksin

AKP Dedi Marizaldi

FORUM PINRANG | Polres Pinrang akhirnya melakukan pemeriksaan kepada sembilan saksi terkait kasus joki vaksin yang dilakukan oleh warga bernama Abdul Rahim. Sembilan saksi tersebut diduga mengatahui atau terlibat dalam penyuntikan vaksinasi Covid-19 yang dilakukan berulang kali pada Abdul Rahim.

Kasat Reskrim Polres Pinrang, AKP Deki Marizaldi mengatakan, pihaknya masih mengambil keterangan dari para saksi terkait kasus joki vaksin ini. Berdasarkan hasil keterangan saksi, nanti polisi akan melihat apakah ada unsur pasal atau aturan yang dilanggar dalam kasus ini.

Setelah terbukti adanya pelanggaran, polisi lalu akan melakukan gelar perkara. “Kita ambil keterangannya dulu, setelah itu kita lihat unsur pasal atau aturan apa yang dilanggar, kemudian kita gelar perkara,” kata Deki dalam tayangan video di kanal YouTube Kompas TV, Kamis (23/12/2021).

Lebih lanjut Deki menuturkan, dalam kasus joki vaksin ini polisi masih belum menetapkan tersangka. Semua yang diperiksa oleh polisi masih berstatus sebagai saksi, karena kasus masih di tahap penyelidikan. “Jadi ranah ini masih penyelidikan, belum ada tersangka dan masik berstatus saksi semua,” tuturnya.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Pinrang AKP Deki Marizaldi menyebut pihaknya telah melakukan pemeriksaan pada Abdul Rahim. Dari hasil pemeriksaan, Abdul Rahim mengaku sudah disuntik vaksin sebanyak 17 kali. Jasa yang ditawarkan Abdul Rahim ini menggantikan orang-orang yang tidak mau vaksinasi Covid-19.

“Saudara Abdul Rahim mengaku bahwa 15 orang dia gantikan dengan 17 dosis vaksin dia terima, baik dosis pertama maupun dua,” kata Deki, dikutip dari tayangan YouTube TV One, Selasa (21/12/2021).

“Saudara Abdul Rahim mengaku bahwa 15 orang dia gantikan dengan 17 dosis vaksin dia terima, baik dosis pertama maupun dua,” kata Deki, dikutip dari tayangan YouTube TV One, Selasa (21/12/2021).

Adapun vaksin yang diterima Abdul Rahim dalam aksinya adalah vaksin dari pemerintah, yakni Sinovac dan AstraZeneca.

Deki menjelaskan, saat diperiksa, Abdul Rahim mengaku sempat mendapat efek samping usai disuntik vaksin 17 kali.  Seperti merasakan badannya panas, sulit tidur, hingga mati rasa di bagian bekas suntikan.

“Dari hasil interogasi, dia sempat merasakan badan panas, beberapa kali tidak bisa tidur. Kemudian dari bekas suntikannya, dia mengaku adanya kebas atau mati rasa beberapa jam,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *