Tokoh Muda Alwashliyah Sumut Desak Polisi Tangkap Pelaku Teror Terhadap Ustadz Al Asy’ari

Ilham
Tokoh muda Alwashliyah Sumut Ilham Fauji Munthe

FORUM MEDAN | Aksi teror terhadap ustadz terjadi di Kabupaten Batubara. Kali ini, korbannya ustadz Al Asy’ari SAg, MSi. Mobilnya dilempar orang tak dikenal saat melintas di Jalinsum kawasan Desa Tanjung Seri, Kecamatan Laut Tador.

“Ini menyakitkan. Tidak bisa dibiarkan. Kita mengecam keras tindakan pelemparan yang diduga sebagai bentuk teror terhadap ustadz Al Asy’ari,” sebut tokoh muda Alwashliyah Sumut, Ilham Fauji Munthe kepada wartawan, Senin (25/10/2022).

Ustadz Al Asy’ari merupakan Ketua Pimpinan Daerah (PD) Alwashliyah Kabupaten Batubara. “Beliau (ustadz Al Asy’ari) adalah salah seorang ulama yang sangat kami hormati di Alwashliyah. Karena itu, kami akan berada di barisan terdepan menghadapi pelaku-pelaku teror terhadapnya. Aparat kepolisian harus segera bertindak. Tangkap dan proses sesuai hukum pelaku teror tersebut,”  tegas Ilham.

Menurut Ilham, Sumatera Utara adalah provinsi yang berkebudayaan luhur. Masyarakatnya juga religius. “Sumatera Utara ini dihuni beragam etnis, suku, agama dan budaya. Sumatera Utara juga miniatur Bhineka Tunggal Ika. Kita yakin dan optimis, masyarakat Sumatera Utara tidak akan terpancing dengan aksi teror yang bertujuan merusak persatuan dan kesatuan bangsa,” katanya.

Dengan tegas Ilham kembali mengecam tindakan teror terhadap ustadz Al Asy’ari. “Ulama dan ustadz adalah pencerah umat, mengedukasi dan memandu umat untuk meraih keadaban mulia. Maka sangat tercela ketika ulama diteror. Segala bentuk teror kepada ulama, sama halnya dengan meneror umat secara keseluruhan,” katanya.

Untitled 1 2
Ustadz Al Asy’ari didampingi sekretaris PD Alwashliyah Batubara dan pengurus Rustam Efendi bersama pihak Polres Batubara usai membuat laporan terkait teror pelemparan batu

Oleh karenanya, Ilham mengajak semua komponen masyarakat Sumut khususnya Kabupaten Batubara untuk menjaga kebersamaan dan keutuhan NKRI. “Seluruh komponen masyarakat hendaknya tetap dalam suasana damai, aman dan kebersamaan,” ucapnya seraya berharap kepada pihak kepolisian segara menangkap dan mengungkap tuntas pelaku teror dan kejelasan motifnya.

Kasus teror terhadap ustadz Al Asy’ari terjadi Minggu malam (23/10/2022). Saat itu, sang ustadz melintas di Jalinsum Tanjung Seri, hendak pulang ke rumah setelah menjenguk anaknya dari sebuah pesantren di Medan. Tanpa disangka, tiba-tiba dua orang berboncengan sepedamotor tanpa menghidupkan lampu, langsung menghampiri mobil ustadz Al Asy’ari dan melempar kaca depan hingga pecah. Pelaku kemudian melarikan diri.

Insiden pelemparan batu tersebut sudah dilaporkan ustadz Al Asy’ari ke Polres Batubara. “Sudah. Sudah buat laporan ke Polres Batubara. Semua kronologis kejadian sudah disampaikan ke Polres Batubara,” tukasnya. (zas)