Sementara itu, Yuliem (48) selaku ibu kandung kedua TKI tersebut berharap agar Pemerintah Republik Indonesia membantu pemulangan kedua putri kandungnya itu kembali ke rumahnya di Desa Selemak Kecamatan Hamparanperak.
“Tolonglah anak saya dipulangkan kembali ke Indonesia. Tolonglah saya, bagaimana supaya Irwalsyah dan adiknya Willi bisa kembali ke pangkuan saya,” harap Yuliem didampingi suaminya Awaludin kepada wartawan saat ditemui di rumahnya, Senin (20/3/2023).
Yuliem menyebutkan, dirinya mengaku baru mengetahui kondisi kedua anaknya melalui postingan di media sosial yang memperlihatkan kedua anaknya itu sedang sakit.
“Saya taunya dari Facebook. Saya lihat kondisi anak saya sedang diinfus. Mengeluarkan banyak darah yang nampak di tisu itu, tangannya luka luka semua. Nggak sanggup saya melihatnya,” ujar Yuliem .
Menurut Yuliem, kedua putrinya itu berangkat ke Arab Saudi sebulan yang lalu untuk bekerja sebagai TKI. Dua bulan lalu berangkat ke Jakarta dan sebulan kemudian diberangkatkan ke Arab Saudi.
“Sebelum berangkat ke Arab Saudi, mereka diiming-imingi dengan gaji yang cukup besar di restoran namun saat akan diberangkatkan, pihak agen sponsor TKI menyebutkan bahwa mereka akan dipekerjakan sebagai asisten rumah tangga di rumah yang berbeda dan posisi rumah tempat bekerja saling berhadapan,” tutur Yuliem.
Diceritakan Yuliem, setelah berangkat ke Arab Saudi, dirinya jarang berkomunikasi dengan kedua putrinya itu karena mereka hanya dibolehkan berkomunikasi ke Indonesia sekali saja dalam tempo 10 hari.
“Setelah mereka berada di Arab Saudi ada komunikasi, cuman sekali dalam 10 hari, itupun hanya melalui chat dan pesan suara,” pungkas Yuliem seraya bermohon agar kedua anaknya dapat di pulangkan ke Indonesia dengan kondisi yang sehat dan selamat.(man)








