FORUM MEDAN | Untuk kesekian kalinya lokasi basis narkoba dan perjudian terletak di lahan garapan perbatasan dengan Jalan Jermal 1 sampai 17, digrebek Polda Sumut, Sabtu 8 April 2023.
Lokasi basis ini berdiri di sekitar pemukiman padat penduduk lalu disulap sejumlah barak judi dan narkoba jenis sabu.
Pemiliknya disebut Guntur Syahputra CS menyulap lokasi dengan membentuk pintu portal menutup akses jalan keluar masuk.
Dari lokasi basis narkoba dan perjudian di perbatasan Jalan Jermal 1 sampai 15 tersebut beromset miliaran rupiah perhari-nya dari peredaran narkoba jenis sabu dan aneka jenis perjudian tersebut, petugas mengamankan belasan orang, pria dan wanita.
Mereka adalah pekerja dan pengguna narkoba dan pemain judi. Lokalisasi judi dan narkoba sabu sabu ini pun tersebar di sejumlah bangunan yang dibangun khusus untuk mengamankan warga pengguna sabu dan judi.
Lahan dilokasi disulap menjadi barak barak khusus jual beli sabu , penggunaan narkoba dan judi. Barak barak ini khusus dibangun untuk memanjakan pasiennya.
Bermain judi sembari mengkonsumsi sabu dan sebaliknya. Polisi juga menyita puluhan mesin judi beraneka jenis yang tersedia di lokasi bagi pecandu narkoba dan Judi.
Bahkan narkoba jenis sabu dan perangkat lengkap pengguna sabu ditemukan dan disita dari lokasi. Dari pengungkapan ini, nama Guntur Syahputra disebut pemilik dan pengelola lokalisasi sabu dan judi menjadi target untuk ditangkap dan diproses hukum.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi menjelaskan penggrebekan dilakukan atas dasar laporan warga yang sangat resah dengan keberadaan lokalisasi basis narkoba dan perjudian tersebut.
Hadi pun menyebut lokasi tersebut benar beroperasi terus meski di bulan suci ramadhan.
“Dasar penggrebekan dari laporan banyak warga masyarakat yang sangat resah dengan berdirinya dan beroperasinya lokalisasi sabu dan judi. Dan sudah kita tindak lanjuti. Ini untuk kesekian kalinya kita grebek dan kita atensikan lokalisasi ini ditutup permanen,”tegas Hadi.
Hadi menegaskan, seperti dilansir tvone, penutupan dilakukan sebagai bentuk komitmen Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak.
“Tidak boleh lagi beroperasi. Ini kita tegaskan. Jika masih terus beroperasi akan terus kita tindak sampai total tutup seperti kawasan kampung kubur,”janji Kapolda lewat Hadi.
Hadi meminta warga untuk terus ikut memantau perkembangannya dilokalisasi. Rekan media, wartawan terus berpartisipasi menyuarakan lapak ini bila masih beropesi lagi.
Terkait info munculnya nama Guntur Syahputra CS, yang kini menjabat sebagai Ketua PAC PP Medan Denai, yang menjadi target Poldasu untuk ditangkap sebagai pemilik dan pengelola lapak, Hadi pun menyikapi dan menjawab tegas.
“Siapapun itu , pengelola dan pemilik kita target segera ditangkap. Kita tunggu ya hasil pemeriksaan sampai tuntas, kata Hadi.
Ketika penggrebekan dilakukan petugas Ditreskrimum Polda Sumut dan Brimob, warga ramai ramai mengucap syukur. Warga apresiasi penggrebekan ke sekian kalinya yang dilakukan Polisi.
Warga menyebut, penindakan Polda Sumut ini menjadi titik akhir lokalisasi basis judi dan narkoba jenis sabu terbesar yang ada di perbatasan Jalan Jermal 1 sampai 17 tersebut tutup total.
“Semoga penindakan Polda Sumut gabungan Brimob pada hari ini terkahir, lokasisasi Judi dan Sabu Jermal ini tutup selamaya. Kami sangat resah, anak anak, keluarga kami banyak menjadi pasien. Apalagi warga lainnya diluar wilayah kami. Ramai lah lokalisasi maksiat judi dan narkoba di lokasi yang sudah diportal penlmeilik dan pengelolanya,”ujar warga.
Selain itu warga menyebut nama pria Guntur Syahputra selaku pemilik dan pengelola memiliki kaki tangan mengelola dan menjalankan praktik haram itu. Ada beberapa nama lain masuk daftar.
“Setahu kami, dan semua pasti tau. Masyarakat tau pasti itu lokalisasi punya pria bernama Guntur Syahputra. Aparat polisi dan BNN pun tau nama besar dan sepak terjang Guntur,”tegas warga







