Fikih Transisi Energi Berkeadilan: Komitmen Muhammadiyah untuk Umat, Dukung Transisi Energi yang Adil

b3bb95ce 3a4d 497c 957f 1ccce5c329d1

“Kami sangat mengapresiasi upaya Muhammadiyah dalam mendukung transisi energi. Sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia, dukungan Muhammadiyah terhadap program pemerintah sangat penting, dan dengan buku fikih ini, kami optimis umat Islam dapat mendukung transisi energi secara lebih massif, sehingga target 2060 menuju net zero emission bisa tercapai.”

Lebih lanjut Sahid menjelaskan bahwa Pemerintah saat ini tengah menyusun RUU Energi Baru Terbarukan. RUU ini diharapkan menjadi landasan yang kuat untuk menyamakan frekuensi terkait transisi energi dan menjadi satu payung hukum kebijakan pengembangan Energi Terbarukan di Indonesia.

Buku Fikih Energi Berkeadilan ditulis berdasarkan beberapa nilai dasar dalam Islam, antara lain Tauhid, Ayat (tanda), Amanah, Adil, dan Mizan. Beberapa prinsip umum yang menjadi pembahasan adalah Nilai Kesalehan, Regulasi, Kemaslahatan, Musyawarah hingga Konservasi. Buku fikih ini tidak hanya membahas ranah konseptual namun juga praktik baik di level paradigma global, hingga akar rumput.

Buku Fikih Transisi Energi Berkeadilan akan diluncurkan secara resmi di kegiatan Tanwir Muhammadiyah di Nusa Tenggara Timur beberapa bulan mendatang. Buku ini juga akan menjadi acuan berbagai inisiatif lainnya seperti Sedekah Energi dan Bengkel Hijrah Iklim yang akan mengedukasi sejumlah pemuka agama muda tentang transisi energi berkeadilan dan bagaimana memulai transisi energi secara mandiri, yang pendanaannya dikumpulkan melalui sedekah atau bentuk filantropi Islam lainnya.

7dcf876b ea6c 4abc af7b c20d20ee79c4

 

Tentang MOSAIC

MOSAIC adalah singkatan dari Muslims for Shared Actions on Climate Impact atau Kolaborasi Umat Islam untuk Dampak Iklim. MOSAIC merupakan inisiator dari Kongres Umat Islam untuk Indonesia Lestari yang telah diinisiasi sejak 2021. Pada 2022, Kongres tersebut menghasilkan tujuh poin risalah untuk mencapai Indonesia Lestari. Kolaborasi ini diinisiasi oleh LPBI NU, MLH Muhammadiyah, Republika, Purpose, dan Pares UGM kepengurusan tahun 2022, kemudian menjelang akhir 2022 Enter Nusantara bergabung dengan MOSAIC, mengukuhkan keterlibatan anak muda dalam kolaborasi.

Tentang Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Majelis Tarjih merupakan lembaga ijtihad jama’i (organisatoris) di lingkunganMuhammadiyah yang anggotanya terdiri dari orang-orang yang memilikikompetisi ushuliyyah dan ilmiah dalam bidangnya masing-masing. Aktivitas intelektual yang menjadi domain tugas Majelis Tarjih dilakukan dengan mengikuti seperangkat panduanmanhaj tarjih. Tiga tugas pokok Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah, yaitu: pertama, melakukan pengkajian ajaran agama Islam untuk menjadi pedoman baik warga PersyarikatanMuhammadiyah maupun umat Islam. Dalam hal ini Majelis Tarjih telah menyusun sejumlahtuntunan seperti Fikih Air, Fikih Tata Kelola, Fikih Kebencanaan, dan lain-lain. Kedua, melakukan pengkaderan ulama. Ketiga, memberikan fatwa merupakan jembatan antara citaideal syariah di satu pihak dan realitas kongkret masyarakat di pihak lain.

Tentang Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Majelis Lingkungan Hidup, bertujuan untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang mengetahui, memahami, dan mampu mengembangkan kehidupan yang seimbang dalampengelolaan lingkungan hidupnya sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Rumusan visi Majelis Lingkungan Hidup adalah menjadi lembaga yang mampumengemban amanah persyarikatan Muhammadiyah untuk membangun dan mengembangkanmodel etika dan praksis gerakan lingkungan hidup yang terpadu dengan bidang lain yang bersumber pada nilai-nilai Islam. Majelis ini ada di 30 provinsi di Indonesia. Saat ini, MLH mempunyai program di antaranya adalah: 1000 cahaya, Konservasi Gambut, Awareness, danPeningkatan Kapasitas.

Tentang GreenFaith Indonesia

Greenfaith Indonesia (GFI) adalah bagian dari GreenFaith, sebuah organisasi lintas agama internasional yang bekerja untuk keadilan iklim di akar rumput, memiliki staf di 13 negara di Afrika, Asia, Eropa dan Amerika. Didirikan pada tahun 1992, GreenFaith bekerja denganmisi untuk membangun gerakan lingkungan dan iklim lintas agama di seluruh dunia dan visiuntuk membangun komunitas ekonomi yang tangguh dan peduli yang memenuhi kebutuhansemua orang dan melindungi planet ini.

Didirikan pada tahun 2022, GF Indonesia berfokus pada kampanye dan pengembangankapasitas organisasi lintas agama dan anggota jaringan mereka dalam konteks keadilan energidan iklim. Kami bergerak melalui pendidikan dan kampanye tentang ajaran multi-agama yang berkaitan dengan lingkungan hidup. Kami mengapresiasi kegiatan keagamaan di Indonesia yang aktif dalam aksi perubahan iklim. GF secara aktif mengkampanyekan dan memberikan pelatihan terkait keadilan iklim dan membangun jaringan komunitas multi agama untuk perubahan iklim melalui ajaran agama. (rel/zas)