Edison lantas menduga kalau partikel-partikel jiwa tersebut ada di sekitar kita. Edison lantas berharap kalau manusia yang masih hidup bisa mendeteksi dan menangkap keberadaan partikel tadi layaknya suara manusia yang ditangkap dan direkam memakai alat fonograf.
Edison lantas menuangkan gagasan dan konsep mengenai alat tersebut dalam buku diarynya. Ia tidak pernah memberikan nama khusus untuk alat ini dan hanyamemberikan nama sebutan singkat “katup” (valve). Katup penangkap partikel makhluk halus ciptaan Edison memiliki struktur yang mirip dengan fonograf perekam suara yan dulu pernah ia ciptakan.
Dalam alat ciptaan Edison ini, corong yang dilengkapi dengan elektroda ddihubungkan dengan semacam kotak kayu berisi mikrofon. Jika corong tersebut berhasil mendeteksi partikel makhluk halus, corong tersebut akan mengirimkan getaran ke dalam kotak kayu.
Teori makhluk halus dan alat ciptaan Edison ini mungkin terasa konyol bagi kita yang tinggal di masa kini. Namun perlu diingat bahwa Edison hidup pada masa di mana teknologi mesin dan listrik masih baru pada tahap awal perkembangan. Edison bahkan menduga bahwa jika alat pendeteksi makhluk halus yang dietuskannya pada akhirnya jadi diciptakan, pakar listrik bakal menjadi orang pertama yang bakal menganalisa alat ciptaannya.
Bicara soal listrik, gelombang listrik pada masa itu diyakini merupakan salah satu pertanda akan keberadaan makhluk halus. Paranormal pada masa itu bahkan menggunakan teknik untuk mendeteksi gelombang listrik di suatu tempat untuk mencari tahu apakah ada makhluk halus yang bersemayam di tempat tersebut. Kebetulan pada masa itu, hal-hal berbau gaib masih diyakini secara luas oleh penduduk Amerika Serikat. Saat fonograf, telepon, serta gelombang listrik berhasil ditemukan, sejumlah paranormal mencoba mengkombinasikan pemahaman mereka akan dunia makhluk halus dengan peralatan-peralatan modern tadi.
Di kalangan ilmuwan, Edison bukanlah satu-satunya ilmuwan di bidang komunikasi jarak jauh yang menaruh ketertarikan akan makhluk halus. Thomas Watson yang bekerja sebagai asisten Alexander Graham Bell – penemu telepon pertama – juga pernah menjajaki kemungkinan menciptakan peralatan menyerupai telepon untuk berkomunikasi dengan makhluk halus. Jika perangkat telepon macam itu berhasil diciptakan, mereka yang masih hidup akan tetap bisa barkomunikasi dengan kekasih atau sanak famili yang keburu meninggal terlebih dahulu.
Edison meninggal dunia pada tahun 1931. Hingga akhir hayatnya, ia tidak pernah berhasil menciptakan alat untuk mendeteksi ataupun berkomunikasi dengan makhluk halus. Namun klaim kalau makhluk halus bisa dideteksi dengan memakai perangkat elektronik tetap tidak memudar. Pada tahun 2002, paranormal Frank Sumption bahkan mengaku pernah menciptakan radio yang bisa digunakan untuk menangkap pesan dari makhluk halus.
Meskipun teknologi sudah demikian maju, nyatanya kalangan ilmuwan masih belum bisa mendapatkan penjelasan memuaskan mengenai makhluk halus. Namun karena ilmu pengetahuan terus berkembang, siapa yang tahu kalau di kemudian hari manusia benar-benar bisa berkomunikasi dengan makhluk halus layaknya 2 orang yang berbicara memakai telepon?
Sumber: (anehdidunia.com/int)







