DAERAH  

Pedagang Enggan Tempati Kios Pasar Tradisional Balige

72a79ec4 a629 40af b0c2 09c6e6266f6f

FORUM BALIGE | Revitalisasi bangunan pasar tradisional Balige Kabupaten Toba Sumatera utara telah selesai di kerjakan sekitar 4 tahun yang lalu sebagaian besar para pedagang enggan menempati kios-kios, khususnya di lantai dua.

Salah seorang pedagang Fran Jhonson Hutagaol, Jumat (28/2/2025), menyebutkan pengalokasian kios untuk para pedagang telah di bagi berdasarkan jenis daganggan mereka dimana khusus penjual sayur-mayur, ikan, daging dan sembako berada di lantai satu, sementara itu untuk penjual kain berada di lantai dua.

Jhonson juga mengatakan semenjak mereka di relokasi ke lantai dua hingga saat ini para pembeli sepi setiap harinya meski di hari pekanya juga terkadang para penjual tidak buka dasar, dan omset penjualan pun jauh berkurang jika dibandingkan sebelum pasar tradisional ini di Revitalisasi dan para pedagang pun sangat kecewa dengan keadaan saat ini.

e0481ff3 ac08 4531 b92d 51f795f00cd9

Menurut Jhonson kios-kios yang ada di Pasar Tradisional Balige ini dibangun tidak sesuai dengan kebutuhan para pedagang dimana selain ukuranya terlalu sempit dan juga jarak meja dari lantai terlalu tinggi membuat para pedagang tidak nyaman juga enggan menempatinya.

Selain itu untuk tangga masuk ke lantai dua menurut para pedagang terlalu jauh dari pintu masuk dan agak tersembunyi akibat daganggan yang telah di pajang dan mereka juga menginginkan tangga masuk untuk lantai dua seharusnya tampak jelas dari depan pintu masuk pasar tradisional Balige.

Jhonson berharap agar pemerintah dapat memperhatikan atau kembali merehab bangunan kios-kios tersebut dan disesuaikan dengan kebutuhan para pedagang dan desin bangunan hendaknya juga terlebih dahulu melakukan survey dengan keinginan para pedagang.

99c6820e b385 41cc 93f4 a5baf805c60e

Sementara itu PLH Kepala Bidang Dinas Pasar Koperindag Kabupaten Toba Riki Hutabarat mengatakan sebelumnya revitalisasi pasar tradisional Balairung Balige yang menggunakan anggaran APBN (multiyears 2020-2021) Kementerian PUPR sebesar Rp23,3 miliar, menyulap pasar tradisional tersebut menjadi pasar modern ala pariwisata, untuk mendukung percepatan program Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) di seluruh kabupaten se kawasan Danau Toba, salah satunya Kabupaten Toba.

Meski demikian Riki mengatakan sebagian desain kios atau petak pada hasil Revitalisasi Bangunan Pasar tradisional balige ini kurang diminati oleh para pedagang hal ini menyebabkan banyak kios yang kosong saat ini, namun meski demikian pihaknya telah berupaya melakukan sosialisasi, penertiban dan pendekata secara persuasif agar para pedagang dapat menempati kios tersebut.

Riki mengakui sebelumnya pihaknya telah mengajukan permohonan pembangunan kios tersebut sesuai dengan kebutuhan para pedagang dengan bentuk los kepada Kementerian PUPR pusat namun hal tersebut tidak dapat di wujudkan di karenakan sesuai dengan juknis yang harus mengikuit standard nasional bahwa bangunan semi modern harus menggunakan meja.

Namun demikian Riki menghimbau para pedagang agar menggunakan kios-koos yang ada dahulu di karenakan sejauh ini bangunan yang ada saat ini tidak dapat ditambah atau dirubah kembali dan pihaknya untuk saat ini belum dapat mengambil keputusan. (Boe-Doet)