Oleh: Sindi Laras Wari, S.K.M. (Aktivis Muslimah)
Bulan Ramadhan dikenal dengan bulan yang mulia, sebab di dalam ramadhan penuh kemenangan, penuh ampunan dan penuh keberkahan bagi umat Islam. Namun hari ini tidak satupun umat Islam yang merasakan kemuliaan Ramadhan terlebih lagi saudara kita yang berada di Palestina. Tetap dibombardir walau pun dalam keadaan gencatan senjata, namun tidak satu pun negara kaum muslimin menolong mereka.
Rezim zionis telah mempersiapkan personel keamanan untuk menindak tegas para kaum muslim yang melanggar aturan, selama Ramadhan 2025 ini zionis Israel kembali membatasi umat Islam untuk beribadah di Masjid Al-Aqsa (sindonews.com, 4/3/2025).
Di tengah bulan Ramadhan yang penuh berkah dan ampunan, seluruh umat muslim berbondong-bondong melakukan ibadah. Tak hanya sekedar puasa, namun ikut memperbanyak shalat sunnah dan bacaan Al-Qur’annya. Bahkan terdapat sebagian orang yang pada hari biasa enggan beribadah, namun di bulan Ramadhan ikut rajin beribadah karena tidak mau ketinggalan dengan imbalan yang Allah berikan, yaitu pahala yang berlipat ganda apabila kita melakukan suatu amalan yang disyariatkan Allah.
Begitulah yang dilakukan umat Islam pada umumnya, namun berbeda dengan saudara kita yang ada di Palestina. Saudara kita yang berada di Palestina sama sekali tidak merasakan nikmatnya bulan Ramadhan, sebab di saat umat Islam lainnya berlomba dalam melakukan ibadah dan kebaikan, mereka harus merasakan ibadah yang dibatasi karena akses Masjid Al-Aqsa dibatasi.
Tidak hanya sekedar akses yang dibatasi tetapi zionis Israel telah menyiapkan pasukan keamanan untuk menjaga area Masjid Al-Aqsa dengan menindak tegas apabila terdapat orang Palestina yang melanggar aturan. Namun, dengan keadaan yang demikian umat Islam di Palestina tetap semangat untuk menjalankan shalat dan ifthar di Masjid Al-Aqsa. Adanya gencatan senjata hanya sebagai alibi yang ingin membuat perhatian umat Islam di seluruh penjuru dunia teralihkan dari keadaan orang yang ada di Palestina.
Karena sesungguhnya sampai detik ini warga Palestina tidak pernah berhenti merasakan gangguan dari zionis Israel. Dikutip dari cnnindonesia.com pada 18/3/2025, bahwa zionis Israel kembali melancarkan aksinya dengan melakukan serangan ke jalur Gaza Palestina dini hari pada Selasa 18 Maret, hal ini melanggar perjanjian gencatan senjata yang berlaku sejak 19 Januari.
Adanya fakta terbaru menunjukkan bahwa Palestina masih dalam keadaan yang tidak aman, masih terjajah dengan kungkungan penjajahan yang nyata. Umat Islam yang ada di Palestina tidak boleh gentar menghadapi kejahatan zionis Israel laknatullah dan umat Islam yang ada di belahan dunia lainnya juga tidak boleh tutup mata atas apa yang terjadi pada saudara kita di Palestina, walaupun kita tahu bahwa ada negara AS yang turut membantu zionis.
Dengan adanya pelanggaran gencatan senjata merupakan bukti nyata bahwa kaum muslimin tidak bisa berharap pada solusi dan narasi sesat mengenai perdamaian yang ditawarkan oleh barat. Untuk menyelesaikan permasalahan yang ditimbulkan oleh entitas zionis hanya dengan bahasa perang, akan lebih efektif dan solutif lagi jika perang yang dilakukan dibawah komando sang Khalifah.
Khalifah dapat memimpin apabila sudah tegak Daulah Khilafah Islamiyah, yang berideologi kan Islam dan menerapkan hukum syariat Islam. Maka penegakan Daulah Khilafah dan penerapan hukum syariat Islam merupakan agenda wajib bagi setiap kaum muslimin. Agenda ini tidak akan terwujud apabila diperjuangkan oleh segelintir orang saja, tetapi butuh effort yang lebih dari itu. Untuk itu dibutuhkan dakwah jamaah bersama yang dipimpin oleh kelompok ideologis, bersama kita membangun kesadaran umat akan wajibnya menegakkan Khilafah.
Hanya Islamlah yang mampu menyelamatkan dan menjamin kehidupan seluruh umat manusia, sebagaimana negara Islam yang telah berdiri kokoh selama 13 abad lamanya. Selama itu pula menjadi peradaban yang gemilang dengan apa-apa yang dihasilkan dari peradaban Islam di seluruh lini kehidupan. Hal ini juga sesuai dengan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:
وَمَاۤ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّـلْعٰلَمِيْنَ
wa maaa arsalnaaka illaa rohmatal lil-‘aalamiin
“Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam.” (QS. Al-Anbiya 21: Ayat 107).
Wallahua’lam bissawab
Penulis adalah Sindi Laras Wari, S.K.M. (Aktivis Muslimah)







