Usir Sekolah Al Washliyah di Patumbukan, KAHIMMAH: Pemkab Deli Serdang Zolim!

6b52785c 4ed0 4e2a 9389 43deb6dfe082
Sekretaris Jenderal Presidium Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (KAHIMMAH) Rusli Effendi Damanik

MEDAN | Sekretaris Jenderal Presidium Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (KAHIMMAH) Rusli Efendi Damanik menuding Pemkab Deli Serdang zolim. Selain tidak tahu berterimakasih, juga seperti penjajah.

Hal itu disampaikan Rusli terkait tindakan semena-mena Pemkab Deli Serdang yang mengusir sekolah Al Washliyah dari tanahnya sendiri di Desa Patumbukan, Kecamatan Galang. “Ini tak ubahnya seperti Israel mengusir rakyat Palestina dari tanahnya sendiri, mereka seperti penjajah. Pemkab Deli Serdang zolim. Kita harus bangkit melawan kezoliman ini,” tegas Rusli dalam pernyataan tertulisnya, Sabtu (24/5/2025).

Rusli menilai Pemkab Deli Serdang tidak tahu berterimakasih. Setelah puluhan tahun menumpang di atas lahan sah milik Al Washliyah tanpa membayar sepeserpun, malah ingin menguasainya dengan dalih ingin menggunakan gedung yang dulu mereka bangun di atas tanah sah milik Al Washliyah. “Mereka (Pemkab Deli Serdang-rd) dulu membangun dengan menumpang di atas lahan milik Al Washliyah. Setelah puluhan tahun menumpang, dengan sadar mereka angkat kaki dari lahan itu. Setelah sekolah Al Washliyah beraktivitas dengan ratusan siswanya di tempat itu, mereka ujug-ujug mengusir dengan dalih ingin menggunakan gedung yang dibangun dulu. Ini merupakan bentuk kezoliman,” paparnya.

Ia menyebut bahwa aktivitas pendidikan yang dilakukan oleh Al Washliyah di lokasi tersebut telah banyak berkontribusi dalam mencerdaskan masyarakat setempat. “Para murid yang bersekolah di sana adalah bagian dari rakyat Kabupaten Deli Serdang, bukan orang asing. Seharusnya, pemerintah daerah memberikan dukungan, bukan intimidasi,” tegasnya.

Rusli juga menyinggung bahwa Al Washliyah telah berdiri jauh sebelum Pemerintah Kabupaten Deli Serdang terbentuk dan bahkan sebelum kemerdekaan Republik Indonesia.

Sejak berdiri 30 November 1930, Al Washliyah juga telah memberi sumbangsih yang sangat besar dalam mencerdaskan anak bangsa lewat pendidikan, tidak terkecuali di Deli Serdang.

“Para pendiri Al Washliyah ikut serta memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini. Semestinya negara berterima kasih dan memfasilitasi Al Washliyah yang sudah ikut mencerdaskan rakyatnya, bukan malah mengusir Al Washliyah dari tanahnya sendiri,” ujarnya.

Terkait hal tersebut, ia menyerukan kepada warga Al Washliyah dan masyarakat umum di Sumatera Utara untuk turut hadir berjihad dalam aksi unjuk rasa yang direncanakan pada Senin, 26 Mei 2025, di depan Kantor Bupati Deli Serdang dan Kantor DPRD setempat.

“Aksi ini adalah bentuk penolakan terhadap kesewenang-wenangan. Kezoliman harus dilawan” tukasnya. (zas)