FORUM MEDAN | Dinamika perebutan kursi Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Utara kian menghangat. Setelah nama Hendryanto Sitorus lebih dulu mencuat, kini muncul Abdul Rahman alias Dedek Ray, disusul Andar Amin Harahap yang dikabarkan telah mengantongi dukungan signifikan dari sejumlah DPD kabupaten/kota.
Sumber internal Golkar menyebutkan, Andar Amin Harahap saat ini telah mengamankan sekitar 30 dukungan DPD tingkat kabupaten/kota, sebuah modal politik yang membuat konstelasi Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sumut semakin menarik.
Meski demikian, Dedek Ray menegaskan dirinya siap bertarung secara terbuka dan sehat. Mantan Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Sumut itu menyatakan bahwa kontestasi Musda seharusnya menjadi ajang adu gagasan, bukan sekadar pertarungan jumlah dukungan.
“Golkar adalah partai besar. Kontestasi harus dijalani dengan etika dan semangat kebersamaan. Saya siap bersaing secara sehat,” ujar Dedek Ray kepada medanheadlines.
Dedek Ray menilai, dukungan yang diklaim kandidat tertentu belum bersifat final, mengingat dinamika Musda masih sangat cair.
Ia menekankan bahwa kekuatan kader akar rumput, loyalitas organisasi, serta visi membesarkan partai jauh lebih penting dibanding sekadar klaim dukungan awal.
“Yang terpenting soliditas harus tetap dijaga untuk menghadapi agenda-agenda politik ke depan seperti yang disampaikan Plt. Ketua DPD PG Sumut”, tambahnya
Sementara itu, munculnya nama Andar Amin Harahap dinilai sebagai kekuatan baru dalam peta persaingan. Dengan dukungan yang disebut telah mencapai puluhan DPD, Andar mulai diperhitungkan sebagai salah satu kandidat serius penantang dominasi figur-figur lama.
Di sisi lain, nama Hendryanto Sitorus dalam bursa calon Ketua Golkar Sumut sejak awal disebut sebagai pemantik munculnya kandidat lain, yang kini membuat kontestasi semakin terbuka dan kompetitif.
Pengamat internal partai menilai situasi ini menunjukkan bahwa Golkar Sumut sedang memasuki fase penting regenerasi kepemimpinan. Munculnya tokoh-tokoh muda dengan basis dan kekuatan berbeda menjadi sinyal kuat bahwa Musda kali ini tidak akan berjalan satu arah.
Hingga saat ini, jadwal resmi Musda Golkar Sumut belum diumumkan. Namun pergerakan politik di internal partai terus meningkat, seiring intensifnya lobi, konsolidasi, dan komunikasi antar-kader di berbagai daerah. (red)







