FORUM JAKARTA | Presiden Prabowo Subianto mengonfirmasi bahwa Indonesia tengah mempertimbangkan pembelian alat utama sistem persenjataan (alutsista) dari China, termasuk jet tempur. Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi memperkuat pertahanan nasional sekaligus menjaga hubungan baik dengan berbagai mitra internasional.
Dikutip dari laporan Bloomberg pada Minggu (15/3/2026), Prabowo menegaskan bahwa Indonesia selama ini membeli alutsista dari berbagai negara dan tidak terikat pada kekuatan militer tertentu. Menurutnya, kebijakan tersebut sejalan dengan prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif.
“Indonesia tidak bisa menjadi bagian dari aliansi militer mana pun. Jika sesuatu terjadi, kita tidak bisa bergantung pada siapa pun,” ujar Prabowo.
Presiden menegaskan bahwa penguatan militer Indonesia bertujuan mempertahankan postur pertahanan yang bersifat defensif, bukan untuk terlibat dalam blok kekuatan global.
Di sisi lain, Prabowo juga menilai bahwa pemerintah China kemungkinan tidak akan memanfaatkan meningkatnya ketegangan global untuk memicu konflik baru di kawasan, termasuk terhadap Taiwan. Menurutnya, kepemimpinan China saat ini lebih memprioritaskan pembangunan domestik dan peningkatan kesejahteraan rakyatnya.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah kekhawatiran sejumlah pihak terkait potensi eskalasi konflik global yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang dapat berdampak pada stabilitas kawasan, termasuk Asia Timur.
Meski demikian, Prabowo kembali menegaskan bahwa Indonesia akan tetap menjalankan kebijakan luar negeri yang independen dan tidak berpihak pada kekuatan besar mana pun.
“Saya melihat kepemimpinan China saat ini sangat fokus untuk meningkatkan taraf hidup rakyat mereka. Mereka akan berusaha menghindari konflik terbuka,” tandasnya. (int)







