FORUM Tebing Tinggi | Program Gerakan Maghrib Mengaji yang beberapa tahun lalu pernah digalakkan di Kota Tebing Tinggi dan terlaksana di sejumlah masjid dan mushalla kembali menjadi perhatian masyarakat dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat.
Program yang bertujuan membudayakan membaca, mempelajari, dan memahami Al-Qur’an setelah Salat Maghrib hingga menjelang Isya itu dinilai memiliki peran penting dalam pembentukan karakter generasi muda.
Di tengah perkembangan teknologi dan meningkatnya penggunaan gawai di kalangan anak-anak serta remaja, banyak pihak menilai keberadaan kegiatan keagamaan berbasis masjid perlu kembali diperkuat. Selain menjadi sarana pendidikan agama nonformal, program tersebut juga diyakini mampu membangun kedisiplinan, akhlak, serta mempererat hubungan sosial di lingkungan masyarakat.

Sejumlah tokoh masyarakat berharap Pemerintah Kota Tebing Tinggi dapat melakukan evaluasi terhadap keberlangsungan program yang pernah menjadi salah satu kegiatan unggulan pembinaan keagamaan tersebut. Masyarakat juga mempertanyakan sejauh mana program itu masih berjalan di masjid dan mushalla yang sebelumnya terlibat.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua I DPRD Kota Tebing Tinggi, H. M. Ikhwan, SH., MH, yang di mintai tanggapannya pada Kamis ( 11/6/2026 ) menyatakan dukungannya agar Gerakan Maghrib Mengaji kembali digalakkan secara lebih masif di seluruh wilayah Kota Tebing Tinggi.
“Maghrib Mengaji bukan sekadar kegiatan membaca Al-Qur’an, tetapi juga merupakan upaya membangun karakter, akhlak, dan kedisiplinan anak-anak sejak usia dini. Program seperti ini sangat relevan dengan kondisi saat ini dan perlu mendapat perhatian bersama,” ujar M. Ikhwan melalui sambungan seluler.
Menurut M. Ikhwan, program tersebut memiliki nilai strategis dalam membina generasi muda agar memiliki pemahaman agama yang baik sekaligus menjauhkan mereka dari berbagai pengaruh negatif yang dapat merusak masa depan.
Ikhwan juga mengatakan pihaknya akan berupaya mendorong dan mensupport kembali pelaksanaan program tersebut melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar dapat berjalan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Kita akan berkoordinasi dengan OPD terkait, termasuk unsur pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya, agar kegiatan Maghrib Mengaji dapat kembali hidup dan menjadi budaya positif di tengah masyarakat Kota Tebing Tinggi,” katanya.
Politisi Nasdem yang juga aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan itu menilai keberhasilan program tersebut tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, mulai dari pengurus masjid, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga para orang tua.
Karena itu, M. Ikhwan mengajak masyarakat untuk memberikan respons positif apabila program tersebut kembali digalakkan. Menurutnya, keterlibatan aktif masyarakat akan menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan Gerakan Maghrib Mengaji ke depan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya para orang tua, untuk mendukung dan mengarahkan anak-anak mengikuti kegiatan Maghrib Mengaji di masjid maupun mushalla. Ini adalah investasi moral dan spiritual bagi generasi penerus kita. Jika seluruh pihak bergerak bersama, saya yakin program ini dapat kembali berkembang dan memberi manfaat besar bagi Kota Tebing Tinggi,” pungkasnya.
Hingga saat ini, masyarakat masih menunggu penjelasan resmi dari Pemerintah Kota Tebing Tinggi terkait perkembangan dan keberlanjutan Program Gerakan Maghrib Mengaji. Namun dukungan dari berbagai kalangan, termasuk DPRD, diharapkan menjadi langkah awal untuk menghidupkan kembali program yang pernah menjadi kebanggaan masyarakat sebagai sarana pembinaan akhlak, pendidikan Al-Qur’an, dan pembentukan karakter generasi muda di Kota Tebing Tinggi. ( MET )







