Poros Pelajar Sumut Bersatu Awasi Sistem Pendidikan

1 33

FORUM MEDAN | Empat organisasi pelajar keagamaan Islam di Sumatera Utara menyatukan langkah untuk menyikapi berbagai persoalan sekaligus mengawasi jalannya sistem regulasi dunia pendidikan. Ke empat organisasi itu menamakan diri sebagai Poros Pelajar Sumut Bersatu.

Empat organisasi itu masing-masing Ikatan Pelajar Al Washliyah (IPA), Ikatan Pelajar Nadhlatul Ulama (IPNU), Pelajar Islam Indonesia (PII) dan Ikatan Pelajar Putri Nadhlatul Ulama (IPPNU).

Saat ditemui, Senin (7/3/2022), para pimpinan organisasi pelajar tingkat Sumatera Utara ini menyatakan siap bersinergi dan menyatukan presepsi pemikiran untuk perkembangan pendidikan di Sumatera Utara.

Ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Al Washliyah (IPA) Provinsi Sumatera Utara, Mhd Amril Harahap mengatakan bahwa pentingnya persatuan dan kesatuan di kalangan organisasi pelajar, karena selalu bersentuhan dengan dunia pendidikan. “Saat ini sistem pendidikan kita carut marut diantam arus Covid 19. Ini perlu segera disikapi dan diawasi,” tegas Amril.

Ikatan Pelajar Al Washliyah Sumatera Utara, kata Amril, siap menjadi corong terdepan bersama organisasi pelajar lainnya untuk kembali membangkitkan dunia pendidikan yang terkena dampak Covid-19. “Mari kita bersama berkolaborasi membangkitkan kembali rasa cinta kepada dunia pendidikan. Para pelajar khususnya pelajar Al Washliyah sangat menyadari bahwa dunia pendidikan adalah bahagian dari nafas semua pelajar,” tukasnya.

Hal senada disampaikan Ketua PW IPNU Sumatera Utara Muhammad Haryadi Nasution. Menurutnya, kesenjangan pendidikan sangat kental terjadi sejak Indonesia dilanda pandemi Covid-19. “Buktinya pelaksanaan pembelajaran jarak jauh begitu amburadul. Kita sebagai anak muda harus bersatu, harus berkolaborasi, harus bergotong royong, tanpa memperhatikan ras, suku, bahasa dan agama, agar kita bisa bangkit dari pandemi ini,” ujar Ari sapaan akrabnya.

Ucapan sama diutarakan Ketua PW Pelajar Islam Indonesi (PII) Sumatera Utara Alden Anarki Hasibuan. “Penyatuan poros pelajar hari ini, memberikan dampak besar untuk bersinergi dalam menyikapi segala problem tentang pendidikan terutama di Sumatera Utara. Banyak pelajar yang kehilangan kesempatan mendapat ilmu dan pelayanan pendidikan bermutu akibat pengelolaan pendidikan yang tidak berjalan normal dan penuh dengan masalah. Semoga langkah ini menjadi sebuah jawaban dan menampung aspirasi untuk kebaikan pelajar di Sumatera Utara,” pungkas Alden.

Sementara Ketua PW Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Sumatera Utara, Desy Wulandari menyatakan, bergabungnya organisasi pelajar di Sumatera Utara ini menjadi wajah baru bagi pelajar pelajar di Sumatera Utara. “Harapan kami bisa menjadi tolak ukur tingkah laku, pemikiran dan pergerakan pelajar-pelajar di Sumatera Utara ini. Dengan warna yang berbeda, dan tentu saja persepsi yang berbeda, namun kami mampu bersatu untuk kemajuan pendidikan di Sumatera Utara ini,” tutup Desy.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *