PW ISARAH Sumut Dorong Penentuan Rektor UNIVA Labuhan Batu Sesuai Statuta

IMG 20240903 WA0261
Ketua PW ISARAH Sumut, Abdul Thaib Siahaan ST, M.IKom.

FORUM LABUHAN BATU | Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Al Washliyah (PW ISARAH) Sumatera Utara menegaskan bahwa Statuta Universitas Al Washliyah (UNIVA) Labuhan Batu harus dijadikan acuan utama oleh Pengurus Besar (PB) Al Washliyah dalam proses penentuan Rektor UNIVA Labuhan Batu.

Penegasan tersebut disampaikan Ketua PW ISARAH Sumut, Abdul Thaib Siahaan ST MIKom, Kamis (2/1/2026), menyikapi dinamika yang berkembang dalam proses pemilihan pimpinan universitas tersebut.

Menurut Abdul Thaib, hasil penelaahan PW ISARAH Sumut terhadap statuta UNIVA Labuhan Batu menunjukkan adanya persyaratan yang harus dipenuhi calon rektor. Di antaranya, calon wajib memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN) atau Nomor Induk Dosen Khusus (NIDK). Selain itu, rektor harus memiliki kepangkatan minimal Lektor Kepala. “Home basenya juga harus ke Univa Labuhanbatu,” katanya.

Selain itu, bagi calon rektor yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN), diwajibkan mengantongi surat persetujuan dari atasan. “Jika berasal dari ASN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, harus ada persetujuan Gubernur Sumatera Utara. Sedangkan ASN kabupaten/kota wajib mendapat persetujuan dari bupati atau wali kota sesuai dengan homebase ASN yang bersangkutan,” ujar Abdul Thaib.

Statuta UNIVA Labuhan Batu juga mengatur bahwa calon rektor harus memiliki pengalaman mengabdi sebagai dosen minimal lima tahun berturut-turut. Namun, PW ISARAH Sumut mengaku memantau adanya calon yang mengikuti tahapan fit and proper test yang diduga tidak memenuhi ketentuan masa pengabdian tersebut.

Abdul Thaib juga menyampaikan informasi yang berkembang bahwa hanya dua orang yang mengikuti fit and proper test calon Rektor UNIVA Labuhan Batu, dan keduanya diketahui merupakan kader Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH), salah satu Organ Bagian Al Washliyah.

PW ISARAH Sumut mengingatkan agar seluruh pihak menahan diri dan tidak melakukan manuver atau intervensi yang berlebihan dalam proses penentuan rektor. Menurut Abdul, seluruh tahapan seharusnya berjalan sesuai dengan aturan organisasi dan ketentuan statuta kampus.

Terkait kepemimpinan UNIVA Labuhan Batu ke depan, PW ISARAH Sumut menyatakan pandangannya bahwa figur perempuan layak dipertimbangkan untuk memimpin universitas tersebut. Alasannya, kepemimpinan perempuan dapat menjadi salah satu upaya untuk menjawab berbagai isu yang berkembang di tengah masyarakat.

Di akhir pernyataannya, PW ISARAH Sumut juga mengimbau pihak-pihak yang saat ini mendapat amanah dari Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UNIVA Labuhan Batu sebagai staf rektorat agar menjalankan tugas secara profesional.

“Jalankan amanah dengan sebaik-baiknya dan fokus pada kepentingan institusi. Semua ini demi kebaikan dan masa depan Kampus Al Washliyah,” tutup Abdul Thaib Siahaan. (red)