Workshop Untuk Jurnalis Dibuka, Direktur TPL : Peran HTI Bagi Pertumbuhan dan Pengembangan Ekonomi

IMG 20230121 134017
Medan – Perusahaan bubur kertas PT Toba Pulp Lestari Tbk mendukung peningkatan ekonomi masyarakat melalui berbagai skema kerja sama, termasuk diantaranya perhutanan sosial masyarakat.
Pernyataan ini disampaikan Direktur TPL Anwar Lawden, saat membuka Workshop untuk Jurnalis yang mengambil tema Peran Hutan Tanaman Industri (HTI) bagi Pertumbuhan dan Pengembangan Ekonomi, pada Kamis (19/1/2023).
Dalam workshop ini dihadirkan pembicara, diantaranya Victor Pardosi dari Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Hidup (PSKP), Simon Sidabukke selaku Ketua APHI dan Wakil Dekan II Fakultas Kehutanan USU, Pindi Patana.
Pada kesempatan tersebut, Anwar Lawden menyatakan, PT Toba Pulp Lestari Tbk berkomitmen menjalankan operasional perusahaan dengan tetap berpedoman pada ketentuan yang berlaku.
“Tidak hanya program konservasi, tapi kami juga senantiasa berupaya mendukung peningkatan ekonomi masyarakat dengan berbagai skema kerjasama termasuk perhutanan sosial masyarakat,” ungkapnya.
Anwar menjelaskan, TPL merupakan pabrik manufaktur pulp yang berada di Desa Pangombusan, Kecamatan Parmaksian, Kabupaten Toba, Provinsi Sumatera Utara. Perusahaan saat ini memiliki konsesi di 12 Kabupaten/Kota.
 “Mengusung visi “Good for Community, Country, Climate, Customer and Company”, TPL berkomitmen untuk memaksimalkan pengembalian kepada pemangku kepentingan dan berkontribusi kepada pembangunan sosial dan ekonomi di daerah,” pungkas Anwar Lawden.
Anwar Lawden mengemukakan, bahwa hutan tanaman industri merupakan hutan tanaman yang dikelola dan diusahakan berdasarkan prinsip pemanfaatan yang optimal dengan memperhatikan kelestarian lingkungan dan sumber daya alamiah serta dengan menerapkan prinsip ekonomi dalam pengusahaannya untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya.
Pembangunan HTI memberikan manfaat yang optimal bagi pembangunan wilayah, maka dalam pelaksanaannya perlu mengikutsertakan masyarakat sekitar hutan. Apabila di dalam rencana pembangunan HTI terdapat hak-hak masyarakat, maka hak-hak itu diselesaikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Kebijakan dan komitmen TPL meliputi perlindungan dan konservasi hutan dengan mendukung konservasi inisiatif, konservasi keanekaragaman dan karbon.
Anwar Lawden menyambut baik dan mendukung diadakannya workshop mengenai HTI yang diadakan untuk para jurnalis. “Saya berharap kegiatan ini memberi pengetahuan dan wawasan mengenai dukungan perusahaan, dalam pertumbuhan dan perkembangan ekonomi masyarakat, dan negara,” ujarnya.
Sementara pembicara lain, yakni Ketua Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI), Simon Sidabukke menyatakan, pengusahaan hutan menjadi hal yang penting dilakukan. Hal ini untuk menunjang pengembangan industri hasil hutan dalam negeri agar memiliki nilai tambah dan devis.
Selain itu, juga meningkatkan produktivitas lahan dan kualitas lingkungan hidup, memperluas lapangan kerja dan lapangan usaha. Namun, harus tetap berpedoman pada regulasi yang ada,” sebutnya. (cu)