Hindari Covid 19, Pertina Sumut Buat Enam Kebijakan Berlatih

IMG 20210718 WA0141


FORUM MEDAN | Dalam menjaga atau memutuskan mata rantai penyebaran virus Covid 19, maka Pengurus Provinsi (Pengprov) Pertina Sumatera Utara membuat sebuah kebijakan yang siap diberlakukan bagi para petinju khususnya yang lolos ke Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2021 di Papua.

Ketua Pertina Sumut, Romain Manalu mengatakan, Pertina Sumut terus mempersiapkan para atletnya untuk bertanding di PON Papua.

“Seperti diketahui ada enam petinju Sumut yang lolos ke PON Papua, makanya kita membuat kebijakan terhadap mereka yang sedang mempersiapkan diri agar mematuhi kebijakan yang kita buat,” katanya di Medan, Minggu (17/7/2021).

Dijelaskan, dalam situasi pandemi ini yang diikuti dengan pemberlakukan PPKM Darurat, maka Pertina Sumut menyikapinya dengan arif dan bijaksana. Mengacu pada UU No 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, maka para atlet harus bisa terus berlatih tanpa melanggar aturan dan mengikuti petunjuk dari pemerintah.

“Adapun cara atau formulasi yang dilakukan, yakni pertama atlet harus tetap berlatih di tengah situasi pandemi Covid-19. Kedua, agar atlet tidak tertular dengan Covid-19, maka mereka harus berlatih di tempat yang sudah ditentukan, yang steril dengan lingkungan sekitar, atau dengan kata lain atlet melakukan latihan karantina,” ucap alumni SMA Negeri 8 Medan ini serius.

Ketiga, memastikan bahwa atlet telah divaksin, dan dilaporkan bahwa seluruh atlet sudah melakukan vaksinasi sebanyak dua kali yang dilakukan oleh KONI Sumut. Keempat, para atlet juga tidak diperkenankan menerima kunjungan tamu selama PPKM Darurat.

“Jadi mereka terbatas untuk bertemu dengan banyak orang. Dan bila harus melakukan interaksi, misalnya harus berbelanja maka batasan-batasannya juga sudah diperhitungkan. Lalu, apabila keluar dari sasana dan kembali, mereka diwajibkan untuk melakukan swab antigen,” ucapnya.

Selanjutnya kelima, pelatih tetap merujuk pada program latihan yang sudah ada, sehingga tidak ada satupun program latihan yang tertinggal. Pengetatan pada program latihan demi meraih prestasi harus dilakukan.

“Atlet yang dilatih ini harus memiliki kurikulum latihan yang grafiknya meningkat. Vo2Max dan kemampuan tubuhnya, serta teknik bertanding dengan rangkaian latihan yang sudah disusun harus tercapai. Bila perlu melebih target yang sudah ditentukan,” terangnya.

“Pencapaian target latihan ini bisa diukur dengan cara mereka diuji dengan berlari pada kecepatan tertentu lewat waktu yang sudah ditentukan. Selanjutnya, diuji dengan cara memukul samsak dengan jumlah pukulan tertentu. Lalu dalam porsi latihan, mereka bisa push up dan sit up dengan jumlah waktu serta jumlah capaian yang sudah ditentukan,” sambung Romain.

Keenam, diperlukan juga kerjasama dengan KONI Sumut untuk membantu memfasilitasi terkait anggaran dana sehingga dana yang dibutuhkan terkait konsumsi dan vitamin bisa terpenuhi. Karena ketahanan tubuh saat berlatih sangat dipengaruhi oleh asupan vitamin dan makanan yang dikonsumsi.

“Sampai pada Oktober mendatang, mereka tidak diperkenankan bertemu dengan pihak keluarga, kecuali kondisi pandemi sudah membaik. Kalau ingin bertemu harus dilakukan secara virtual, yang nantinya akan difasilitasi oleh Pengurus Pertina Sumut,” terangnya.

“Para orang tua dan pengurus juga masih bisa melihat anak-anaknya berlatih karena seminggu dua kali kami menyiarkan langsung latihan para atlet. Ini semua dilakukan agar pencapaian para atlet di PON Papua nanti bisa tercapai, yakni minimal bisa membawa pulang dua medali emas,” pungkas Romain mengakhiri. (kesuma)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *