DAERAH  

Di Balik Liputan dan Deadline, Wartawan DPRD Medan Merajut Silaturahmi dan Kebersamaan

40d0a803 61d6 4680 bf0c 8312a97c5d05
Ketua Koordinator Wartawan DPRD Medan, Said Ilham Assegaf SH MIKom

FORUM MEDAN | Siang itu, suasana di Kopi Kereta Api terasa berbeda dari biasanya. Deretan meja yang biasanya diisi percakapan santai pengunjung, berubah menjadi ruang hangat penuh tawa, saling sapa, dan jabat tangan penuh makna. Di sanalah, Koordinator Wartawan DPRD Kota Medan menggelar Halal Bihalal, Kamis (9/4/2026), dalam rangka merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Tidak ada sekat jabatan siang itu. Wartawan senior dan junior duduk berdampingan, berbagi cerita, mengenang liputan panjang, hingga saling melempar candaan yang mencairkan suasana. Momen Idul Fitri benar-benar menjadi ruang kembali ke fitrah—saling memaafkan dan mempererat hubungan yang selama ini terjalin dalam dinamika kerja jurnalistik.

Ketua Koordinator Wartawan DPRD Medan, Said Ilham Assegaf, menyebut kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan tradisi yang menyimpan makna mendalam.

4ce6fe88 de0a 45cb 9448 5bd35aee2468

“Ini bukan hanya pertemuan biasa. Ini ruang untuk kembali merajut kebersamaan, memperkuat silaturahmi, dan saling memaafkan,” ujarnya, di tengah suasana penuh keakraban.

Bagi para wartawan yang sehari-hari berkutat dengan berita, deadline, dan dinamika politik di gedung DPRD, momen seperti ini menjadi jeda yang menenangkan. Mereka tidak lagi sekadar rekan kerja, melainkan keluarga yang tumbuh dari rutinitas yang sama.

Di sudut lain, Penasehat Koordinator, Suwarno, memperhatikan kebersamaan itu dengan rasa bangga. Ia melihat soliditas yang tidak dibangun dalam waktu singkat, melainkan melalui proses panjang kebersamaan.

“Kekompakan ini tidak datang tiba-tiba. Ini hasil dari komitmen menjaga kebersamaan yang terus dirawat,” tuturnya.

Menurutnya, paguyuban wartawan DPRD Medan memiliki peran penting dalam menjaga komunikasi yang sehat, tidak hanya antaranggota, tetapi juga dalam ekosistem kerja di lingkungan DPRD Kota Medan.

2930835b e4b5 406c b04d 1cd952244b20

Hal senada disampaikan penasehat lainnya, Pagihutan Sirumapea. Ia menilai konsistensi dalam menggelar kegiatan seperti Halal Bihalal dan rapat kerja menjadi bukti bahwa organisasi ini tidak hanya berjalan, tetapi juga hidup.

“Solidaritas itu harus dirawat. Dan kegiatan seperti ini adalah salah satu cara paling sederhana namun bermakna,” katanya.

Acara semakin cair ketika sesi ramah tamah dimulai. Tawa pecah saat beberapa anggota bergantian bernyanyi, menciptakan suasana yang jauh dari kesan formal. Hidangan yang tersaji pun menjadi pelengkap kebersamaan—bukan sekadar makanan, tetapi simbol berbagi.

Di tengah hiruk pikuk dunia jurnalistik yang kerap menuntut kecepatan dan ketepatan, siang itu para wartawan memilih untuk berhenti sejenak. Mereka merayakan kebersamaan, memperkuat rasa saling memiliki, dan mengingat bahwa di balik setiap berita yang ditulis, ada hubungan manusia yang perlu dijaga.

Halal Bihalal itu pun ditutup tanpa seremoni berlebihan. Namun, setiap jabat tangan dan senyum yang terukir menjadi penanda bahwa kebersamaan mereka tetap utuh—bahkan semakin kuat. (re)