Puluhan Calon Haji Lhokseumawe Disasar Modus Penipuan Berkedok Petugas Haji

69eb3d7e06e57
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Lhokseumawe, Jamaluddin

FORUM LHOKSEUMAWE | Puluhan calon jemaah haji (CJH) di Kota Lhokseumawe mendatangi kantor Kementerian Haji dan Umrah setempat, Jumat (24/4/2026), setelah menerima telepon mencurigakan dari pihak yang mengaku sebagai petugas resmi. Telepon tersebut berisi permintaan konfirmasi ulang data pribadi hingga pengisian informasi melalui tautan tertentu.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Lhokseumawe, Jamaluddin, mengungkapkan bahwa pelaku menggunakan modus klasik dengan mengelabui korban melalui verifikasi data. “Modusnya meminta konfirmasi ulang data calon jemaah haji. Dugaannya mengarah pada permintaan uang, namun pembicaraan belum sampai ke tahap itu,” ujarnya melalui sambungan telepon.

Menurutnya, pelaku bahkan mampu meyakinkan korban dengan menyebutkan identitas detail seperti nama dan nomor porsi haji. Hal ini membuat sebagian CJH sempat percaya dan mengikuti arahan pelaku, termasuk mengisi data melalui tautan yang diberikan.

“Sebagian sudah diarahkan ke pembicaraan soal mempercepat masa tunggu haji. Padahal, saat ini masa tunggu di Lhokseumawe berkisar 27 hingga 30 tahun, yang sebenarnya sudah lebih cepat dibanding sebelumnya,” jelas Jamaluddin.

Meski demikian, upaya penipuan tersebut belum sempat merugikan secara materi. Para calon jemaah memilih memastikan langsung ke kantor kementerian setelah merasa curiga terhadap panggilan tersebut.

“Kami mengapresiasi kewaspadaan para jemaah. Mereka tidak langsung percaya dan datang ke kantor untuk memastikan,” tambahnya.

Pihak kementerian mengaku tengah menelusuri kemungkinan kebocoran data internal, mengingat pelaku memiliki akses terhadap informasi pribadi jemaah. Namun, hingga kini belum ada kesimpulan resmi terkait sumber data tersebut.

Sebagai langkah antisipasi, Kementerian Haji dan Umrah Lhokseumawe telah mengumumkan secara terbuka bahwa aksi tersebut merupakan penipuan. Masyarakat, khususnya calon jemaah haji, diimbau untuk tidak mudah percaya terhadap panggilan atau pesan dari pihak yang mengatasnamakan petugas haji.

“Jika ada informasi yang meragukan, sebaiknya langsung datang ke kantor resmi. Jangan pernah memberikan data pribadi atau mengikuti arahan dari pihak yang tidak jelas,” tegas Jamaluddin. (apr)