DPRDSU Kecewa, Pembinaan Atlet Harus Dievaluasi

DPRD


FORUM MEDAN | Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) mengaku kecewa dengan prestasi yang dihasilkan oleh kontingen Sumut di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua.

Pasalnya, dari seluruh cabang olahraga yang ikut dipertandingkan, Sumut menempati rangking 14 dengan koleksi perolehan medali, yakni 10 emas, 22 Perak dan 23 Perunggu.

Hasil ini jauh menurun dari capaian di PON 2016 di Jawa Barat yang pada saat itu Sumut berada di rangking 9 dengan koleksi 16 emas, 17 perak dan 34 perunggu.

“Kita akan mempertanyakan hal ini kepada Pemprovsu dan juga KONI Sumut. Karena dana Hibah yang begitu besar, yakni Rp32 Miliar yang disiapkan untuk bonus dan lainnya, tidak sesuai dengan prestasi yang diraih,” kata Anggota Komisi E DPRD Sumut, Jumadi kepada wartawan diruang kerjanya gedung dewan Jalan Imam Bonjol Medan, Jumat (15/10/2021) kemarin.

Jumadi menegaskan, jika memang tidak ada target yang jelas, kenapa menggunakan anggaran yang begitu besar. Karena dinilai tidak relevan dan kerjanya juga tidak efektif.

“Kan lebih bagus dana Rp32 Miliar itu diperuntukkan untuk pembangunan sarana/prasaran olahraga untuk diberikan kepada masyarakat, sekolah-sekolah ataupun komunitas dan organisasi yang membutuhkan alat olahraga. Atau juga diberikan alat-alat olahraga untuk di rumah ibadah, agar para generasi muda bangsa ini memiliki kegiatan yang positif dan terhindar dari bahaya Narkoba,” cetus Politisi Senior Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Selain itu lanjut Jumadi, anggaran yang begitu besar itu juga bisa diperuntukkan kepada cabang-cabang olahraga untuk kebutuhan para atlet. Baik itu untuk kebutuhan makanan sehari-hari, kesehatan dan yang paling penting asupan gizi atau Fooding atlet.

“Sehingga atlet Sumut bisa fokus dan semangat selama latihan karena memiliki stamina yang kuat. Dan jika ada kompetisi atau pertandingan olahraga baik skala nasional ataupun internasion, para atlet itu bisa menunjukkan performanya dengan maksimal dengan target juara atau mendapatkan medali emas,” tandasnya.

Jumadi juga mengingatkan agar PON XX di Papuan ini menjadi pelajaran dan pengalaman bagi para semua pihak, terutama organisasi yang membidangi olahraga, khususnya KONI Sumut.

“Agar kedepan pembinaan atlet harus lebih diprioritaskan dengan pengajuan anggaran yang jelas peruntukannya yakni kebutuhan atlet, baik asupan makanan sehari-hari maupun pemberian suplemen atau Fooding. Apalagi di Tahun 2024 Sumut bersama Aceh menjadi tuan rumah PON. Selama beberapa tahun ini harus dimaksimalkan. Atlet harus diberikan perhatian, stamina mereka harus dijaga dengan asupan makana dan gizi yang maksimal. Pergunakan anggaran yang diberikan untuk mereka,” pungkasnya mengakhiri. (kesuma)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *