FORUM MEDAN – Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi PKS, dr H Ade Taufiq Sp.OG, menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan Nomor 4 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Kota Medan. Dalam kegiatan tersebut, Ade Taufiq mengedukasi masyarakat mengenai akses pelayanan kesehatan, program Universal Health Coverage (UHC), hingga pentingnya menjaga kesehatan secara preventif.
Sosialisasi Perda (Sosperda) digelar di tanah kosong Jalan Bajak IV Barat, Kelurahan Harjosari II, Kecamatan Medan Amplas, Minggu (30/8/2026). Ratusan masyarakat hadir dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan turut dihadiri Ketua Senam New Family Squad Wiwid serta tokoh masyarakat setempat, Hariadi Harahap. Kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat tersebut mendapat apresiasi karena dinilai menjadi ruang untuk menyampaikan informasi sekaligus menyerap aspirasi warga secara langsung.
Ketua Senam New Family Squad, Wiwid, menyampaikan terima kasih atas pelaksanaan Sosperda tentang kesehatan Kota Medan. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan tambahan wawasan kepada masyarakat mengenai pentingnya kesehatan dan akses pelayanan kesehatan.
“Terima kasih atas pelaksanaan Sosperda tentang kesehatan Kota Medan. Tentunya ini menambah wawasan tentang kesehatan di tengah masyarakat,” ujar Wiwid.
Sementara itu, Hariadi Harahap mengapresiasi kehadiran Ade Taufiq yang merupakan anggota DPRD Kota Medan dari daerah pemilihan (Dapil) 4, meliputi Medan Area, Medan Kota, Medan Amplas dan Medan Denai.
Ia menilai kegiatan Sosperda yang dilaksanakan langsung di lingkungan masyarakat menjadi momentum penting bagi warga untuk berinteraksi dan menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.
“Pelaksanaan Sosperda di Kelurahan Harjosari II ini tentunya mengobati kerinduan kami kepada anggota DPRD Medan yang selalu hadir langsung mendengar dan mencari solusi atas permasalahan yang ada,” kata Hariadi.
Ade Taufiq Jelaskan Akses UHC
Dalam pemaparannya, Ade Taufiq menjelaskan Perda Nomor 4 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Kota Medan merupakan salah satu bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Ia meminta masyarakat tidak khawatir mengenai akses pelayanan kesehatan, terutama melalui program UHC yang telah diterapkan di Kota Medan.
“Enggak usah khawatir. Ada program UHC kita, Universal Health Coverage. Seluruh warga Kota Medan jangan khawatir tidak mendapatkan pelayanan, walaupun tidak punya BPJS,” ujar Ade.
Menurut Ade, masyarakat dapat memanfaatkan pelayanan kesehatan melalui program tersebut dengan menggunakan dokumen administrasi kependudukan, khususnya KTP dan KK, sesuai ketentuan yang berlaku.
Karena itu, ia mengingatkan masyarakat untuk memastikan administrasi kependudukan setiap anggota keluarga lengkap. Ia juga meminta orang tua segera mengurus KTP bagi anak yang telah berusia 17 tahun.
“Segeralah urus KTP-nya karena ini sangat penting untuk segala kegiatan administrasi di negara kita,” tegasnya.
Ade mengatakan, DPRD Kota Medan telah menyiapkan anggaran sebesar Rp265 miliar untuk mendukung program UHC pada 2026.
“Insyaallah cukup untuk pembiayaan. Tetapi yang lebih penting adalah kita menjaga kesehatan,” katanya.
Ajak Warga Terapkan Pola Hidup Sehat
Selain menjelaskan akses pelayanan kesehatan, Ade mengajak masyarakat lebih mengutamakan upaya pencegahan penyakit. Menurutnya, masyarakat tidak cukup hanya mengandalkan fasilitas kesehatan ketika sudah sakit, tetapi perlu membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini.
Ia mendorong masyarakat rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, berolahraga, menjaga pola makan, mencukupi waktu istirahat dan mengelola stres.
Ade juga mengingatkan masyarakat memanfaatkan fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan klinik yang bekerja sama dengan BPJS untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
“Bagaimana kita merawat kesehatan? Dengan CERDIK (Cek kesehatan rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres). Dimana Cek kesehatan rutin. Ini gratis. Bapak Ibu bisa ke puskesmas atau klinik yang bekerja sama dengan BPJS,” jelasnya.
Ia menyebut pemeriksaan sederhana seperti tekanan darah dan kadar gula darah penting dilakukan secara berkala untuk mengetahui kondisi kesehatan sejak dini.
Ade juga menyampaikan adanya program pemeriksaan kesehatan gratis pada momentum ulang tahun dan mengajak masyarakat memanfaatkan fasilitas tersebut sesuai ketentuan yang berlaku.
“Pas ulang tahun, silakan datang ke puskesmas. Misal dengan menunjukan KTP dimana pas dengan hari lahirnya bisa melakukan pemeriksaan kesehatan, seperti cek darah, kadar gula darah dan tekanan darah,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Ade turut mengapresiasi kegiatan Senam New Family Squad yang telah mendorong masyarakat untuk aktif berolahraga.
Ia juga mengucapkan selamat ulang tahun atau milad ke-5 kepada komunitas tersebut dan berharap kegiatan positif yang dilakukan dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Soroti Dampak UHC terhadap Layanan Rumah Sakit
Ade juga menyinggung penerapan UHC Provinsi Sumatera Utara yang disebutnya semakin memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.
Menurutnya, perluasan akses tersebut juga menjadi tantangan tersendiri bagi fasilitas kesehatan di Kota Medan. Pasalnya, masyarakat dari luar daerah sekitar Medan kini memiliki akses lebih luas untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di sejumlah fasilitas kesehatan di Kota Medan sesuai ketentuan program.
“Kondisi kita sekarang, rumah sakit selalu penuh. Keluhan masyarakat yang saya terima, kamar penuh dan antreannya panjang,” ungkap Ade.
Karena itu, ia menilai penguatan upaya promotif dan preventif menjadi penting. Masyarakat diharapkan tidak menunggu sakit untuk memeriksakan kondisi kesehatan.
“Daripada nanti sakit, lebih baik menjaga kesehatan. Olahraga rutin, ikut senam, jalan pagi dan menjaga pola makan,” katanya.
Ade Taufiq Peduli Korban Puting Beliung
Di sela kegiatan, Ade Taufiq juga menyampaikan kepeduliannya terhadap warga yang baru-baru ini terdampak musibah angin puting beliung.
Ia mengatakan telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memastikan warga terdampak masuk dalam pendataan dan mendapatkan perhatian.
“Begitu mendapat informasi, saya langsung menghubungi BPBD. Mereka sudah turun dan melakukan pendataan terhadap korban-korban yang terkena angin puting beliung,” ujarnya.
Usai Sosperda, Ade kemudian menyerahkan bingkisan kepada puluhan kepala keluarga (KK) yang terdampak musibah tersebut. Ia juga meninjau langsung rumah warga yang mengalami kerusakan akibat puting beliung di Jalan Bajak IV Barat.
Salah satu rumah yang ditinjau merupakan milik Belinasari. Kondisi rumah yang mengalami kerusakan membuat keluarga tersebut tidak dapat lagi menempatinya dan terpaksa mengungsi serta menyewa rumah sementara.
“Kami sekarang menyewa rumah karena rumah kami tidak bisa dihuni,” kata Belinasari.
Ade mengatakan, perhatian terhadap warga terdampak bencana merupakan tanggung jawab bersama. Ia mengajak masyarakat saling membantu tanpa membedakan latar belakang agama maupun suku.
“Apapun agamanya, apapun sukunya, ini adalah warga kita. Masyarakat kita adalah bagian dari kita. Kalau ada yang sakit, kurang mampu atau terkena musibah, mari kita bantu,” tegasnya.
Ia juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi maupun persoalan yang membutuhkan perhatian.
“Kalau ada yang perlu saya bantu, silakan kabari. Ini adalah tanggung jawab kita bersama dan bagian dari amal ibadah,” pungkas Ade Taufiq.(zas)







