DAERAH  

Tuntut Keadilan, Warga Bahorok dan Kutambaru Masih Bertahan di DPRD Langkat

2 12

Sebelumnya, Puluhan warga dari Kecamatan Bahorok dan Kutambaru, Kabupaten Langkat mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) dengan PT Thong Langkat Energi (PT TLE) di Aula Banggar DPRD Langkat, Senin (15/4) siang. Di hadapan wakil rakyat yang hadir, warga menuntut perusahaan pembangkit listrik itu untuk mengganti lahan mereka yang terendam. Mereka pun memilih bermalam di depan kantro walil rakyat itu, karena tuntutan mereka tidak dikabulkan.

Kegiatan itu dipimpin Ketua Komisi A DPRD Langkat Dedek Pradesa SSos I dan dihadiri beberapa anggotanya. Dalam sambutannya Dedek mengatakan, RDP itu digelar untuk mendengar keluhan warga yang lahannya terendam banjir. Kerugian yang dialami warga itu, merupakan imbas dari bendungan PT TLE, yang menutup aliran Sungai Wampu dan Sungai Kelinge.

Diagnti dengan yang sesuai

Pada kesempatan itu, Malem Pagi Pelawi (45) wara Dusun X Mbacang, Desa Kuta Gajah, Kecamatan Kutambaru meminta, agar PT TLE dan wakil rakyat memperhatikan nasib mereka. Dia menyampaikan keluhan warga lainnya, yang terdampak dari pembangkit tenaga listrik tersebut.

“Kami menuntut hak kami demi kehidupan yang layak. Kami juga ingin menyekolahkan anak kami dengan baik. Dari hasil lahan itulah kami menggantungkan kelangsungan hidup kami. Kalau lahan kami diganti dengan nilai yang sesuai, kami bisa membeli lahan di daerah lain untuk bercocok tanam. Tolong dengar keluhan kami ini pak dewan,” tegas Malem.

Terlalu dipaksakan

Sebelum adanya kesepakatan, lanjut Malem, pihak perusahaan tetap memaksakan diri membuat bendungan. “Untuk biaya anak sekolah dan makan kami sudah minjam-minjam. Untuk mandi dan minum kami sudah tak punya sumber air bersih. Mata air bersih kami sudah terendam banjir. Sampai detik ini, nasib kami tidak diperhatikan,” tandas Malem sembari meneteskan air mata. (ke halaman selanjutnya)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *