FORUM BANDUNG – Langkah strategis pengamanan objek vital nasional terus dimatangkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia. Tim Bimbingan Teknis (Bintek) Implementasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) dari Korsabhara Baharkam Polri sukses menuntaskan tahap pemeriksaan krusial di Kota Bandung.
Fokus utama pemeriksaan pada hari ketiga ini menyasar pada Elemen Dua yang secara spesifik membahas mengenai Pola Pengamanan internal. Kegiatan bimbingan teknis yang ditujukan bagi PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Barat ini dilangsungkan secara khidmat di Ruang Rapat Hotel Cordela, Bandung, pada Rabu (05/08/2026).
Rangkaian agenda operasional tersebut berjalan layaknya maraton sejak pukul 08.00 WIB hingga menjelang petang pukul 18.00 WIB. Metode pemeriksaan dititikberatkan pada proses wawancara mendalam serta evaluasi silang terhadap kelengkapan dokumen milik manajemen perusahaan dan Tim SMP Pertamina.
Pemeriksaan menyeluruh ini mencakup berbagai kriteria yang sangat krusial dalam penjabaran struktur Elemen Dua. Parameter pengujian dan penilaian tim auditor Polri secara spesifik membentang mulai dari kriteria B.6 hingga menyentuh kriteria E.1.
Ketua Tim Bintek, Kombes Pol Edy Sumardi Priadinata, S.I.K., M.H., secara terbuka menyampaikan apresiasi tertingginya. Ia memuji tingkat transparansi dan kesiapan sajian data yang ditunjukkan oleh jajaran manajemen Pertamina dalam upayanya memenuhi standar pengamanan nasional.
“Hari ini tim berhasil menyelesaikan pemeriksaan terhadap 49 kriteria pada Elemen 2 Pola Pengamanan. Dari hasil evaluasi objektif di lapangan, terdapat 11 kriteria yang mendapatkan skor 1 dan 38 kriteria mendapatkan skor 2. Dengan capaian ini, akumulasi total scoring implementasi SMP hingga hari ketiga telah mencapai 36,36 persen,” ungkap Kombes Pol Edy Sumardi memberikan rincian data dalam keterangan resminya.
Perwira menengah Polri tersebut juga memberikan penekanan khusus mengenai urgensi sinergitas institusional. Menurutnya, kolaborasi semacam ini adalah nyawa utama dalam menjaga stabilitas dan jaminan operasional dari keberlangsungan sebuah objek vital nasional.
“Kami melihat komitmen yang sangat kuat dari PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Barat dalam memperkuat sistem keamanan internalnya. Seluruh rangkaian agenda hari ketiga ini dapat terlaksana dengan sangat baik dan dinamis sesuai dengan rencana kegiatan yang sudah ditetapkan. Kami berharap hasil ini menjadi pondasi kuat untuk tahapan elemen berikutnya,” tambahnya dengan penuh optimisme.
Pelaksanaan evaluasi hari ketiga ini dikawal langsung oleh jajaran internal Mabes Polri dengan formasi lengkap. Hadir dalam kegiatan tersebut AKBP Khairul Aji Wijayatsi, S.E., Ak. selaku Sekretaris Tim, beserta tiga Auditor SMP Profesional yakni Drs. Tavip Yulianto, S.H., M.H., M.Si., Drs. Edi Ciptianto, M.Si., dan Dra. Minarti.
Kegiatan strategis ini turut mendapat pendampingan penuh dari jajaran kewilayahan setempat. Tampak mendampingi proses audit tersebut adalah Kasubdit Audit Ditpamobvit Polda Jawa Barat, AKBP Dr. Bohari, S.H., M.H.
Sementara itu dari kubu eksternal, manajemen PT Pertamina Patra Niaga hadir bersiaga untuk mengawal jalannya seluruh rangkaian kegiatan. Barisan ini diisi oleh para analis keamanan fisik tingkat senior, petugas geosecurity, hingga keterlibatan aktif dari Tim HSSE Fuel Terminal Bandung Site Ujung Berung.
Seluruh dinamika bimbingan teknis hari ketiga ini akhirnya ditutup secara resmi tepat pada pukul 18.00 WIB. Penutupan dilakukan setelah kedua belah pihak berhasil melewati berbagai sesi diskusi yang sangat intensif, dan tim pun kini bersiap melangkah menuju tahapan agenda evaluasi lanjutan di hari berikutnya. (divhumpolri)







