FORUM ACEH TAMIANG | Proyek peningkatan jalan negara Medan – Banda Aceh tepatnya di lintasan depan Batalyon Raider Khusus 111 / Karma Bhakti Tualang Cut, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang abaikan alat Standar Oprasional Procedure (SOP) keselamatan pengguna jalan.

Akibat minim rambu peringatan (safety) dilokasi proyek peningkatan jalan tersebut, pelaksana juga tidak memasang flagman untuk mengatur arus lalu lintas pengendara.
“Pelaksana Proyek peningkatan jalan negara Medan – Banda Aceh tepatnya di lintasan depan Batalyon Raider Khusus 111 / Karma Bhakti Tualang Cut mengancam keselamatan pengguna jalan. Atas tidak adanya SOP tersebut, maka pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Aceh diminta agar mengambil tindakan tegas dan memberikan sanksi kepada pelaksana” tegas Erwan, 48 tahun, warga Desa Upah Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang, kepada Forum Keadilan, Senin, 21 Februari 2022
Permintaan Erwan tersebut, dikarenakan dirinya mengalami peristiwa kecalakaann dilokasi tersebut, saat ia hendak menunjuk ke Tualang Cut.
“Tepatnya pukul 20.20 WIB, Minggu (20/2/2022) dengan kondisi hujan. Karena tidak ada tanda rambu – rambu, kendaraan saya terperosok dalam galian dilokasi proyek peningkatan jalan tersebut,” terang Erwan.
Menurut Erwan pelaksana proyek tersebut sengaja tidak memasang rambu – rambu tepat pada posisi kejadian kecalakaan. Hal itu cukup beralasan karena pas pintu kedua Batalyon Raider Khusus 111 / Karma Bhakti Tualang Cut ada dipasang rambu – rambu.
” Seharusnya pihak pelaksana memulai pasang rambu itu ya dari titik awal jalan menunju ke langsa. Bukan sebaliknya memasangnya dari awal jalan menuju Kualasimpang. Ini sudah keliru. Jadi minta kepada pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Aceh menindak tegas pihak pelaksana” ujar Erwan mengakhiri. (Sutrisno).







