DAERAH  

Rumah Dinas Ketua DPRD Asahan Tak Pernah Ditempati, Bupati Diminta Batalkan Proyek Rehab Rp 2 Miliar

Rumdinas Ketua DPRD Asahan

FORUM ASAHAN | Kondisi rumah dinas Ketua DPRD Asahan di Jalan M Yamin Kelurahan Kisaran Naga, Kecamatan Kisaran Timur, sangat memprihatinkan. Rumah itu terlihat kumuh dan kusam. Padahal, pembangunan rumah yang sejatinya di tempati Bahruddin Harahap itu, menggunakan uang rakyat.

Pantauan FORUM Keadilan Sumut networking majalah FORUM Keadilan Jakarta, Selasa (1/6/2021), di halaman maupun taman terlihat jelas tidak terawatt. Cat dinding rumah dinas itu juga sudah mulai banyak terkelupas. Fakta ini membuktikan bahwa rumah dinas itu tidak pernah ditempati. Mirisnya, dalam kondisi pandemi saat ini, Pemkab Asahan malah menganggarkan dana Rp 2 miliar lebih untuk rehab rumah dinas Ketua DPRD Asahan yang tidak dihuni tersebut.  

Sejumlah masyarakat mengecam penggunaan anggaran untguk rehab rumah dinas yang terkesan mubazir. Soalnya, selain rumah itu tidak pernah ditempati, persoalan lain di Asahan yang membutuhkan dana masih sangat banyak. “Masih banyak yang urgen dari rehab rumah dinas itu,” tutur Yunus, warga yang bermukim di sekitar rumah dinas tersebut.

Masyarakat secara terang-terangan juga mempertanyakan Ketua DPRD Asahan Baharuddin Harahap hingga tidak bersedia menempati rumah dinas yang telah disediakan. “Kurang megah atau kurang mewah hingga enggan menempatinya. Atau memang sudah sadar kalau selama ini kinerjanya tidak maksimal hingga enggan menempati rumah dinas yang memakai anggaran negara,” tukas Yunus menyesalkan penelantaran rumah dinas tersebut.

Sekwan DPRD Asahan, Sahrul Efendi Tambunan, ketika dikonfirmasi beberapa waktu lalu, mengaku tidak mengetahui soal anggaran rumah dinas Ketua DPRD Asahan. “Kalau anggaran di sekretariat dewan, tidak ada dianggarkan. Entah kalau di dinas lain, mana tahu Dinas PU atau di Perkim,” ujarnya.

Ditanya agar proyek rehab rumah dinas tak pernah ditempati itu dibatalkan, Sekwan menyatakan mereka tidak punya kewenangan. “Silahkan konfirmasi kepada Bupati Asahan atau Bappeda,” paparnya.

Secara terpisah, kepala dinas PU Asahan ketika dikonfirmasi tidak berhasil ditemui. Begitu juga saat menghubungi Kabid Sarana Prasarana Suratno.

Ketika dihubungi melalui pesan singkat, Kabid Sarana dan Prasarana PU Asahan Suratno mengaku bahwa untuk anggaran rehab rumah dinas Ketua DPRD Asahan pada tahun ini telah disiapkan sekitar Rp 1 miliar tahap pertama.

Disinggung tentang sudah pernah dianggarkan rehab pada tahun 2019 lalu, Suratno menyatakan belum pernah direhab. “Untuk anggaran 2019, akibat rekopushing semua kegiatan dipending,” ujar Suratno. (OK Rasyid/Tim)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *