FORUM MEDAN – Semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan dengan upacara dan berbagai perlombaan. Bagi Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), kemerdekaan juga harus dirasakan masyarakat, terutama mereka yang masih berjuang memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Semangat itu diwujudkan LIPPSU dengan membagikan *150 paket sembako* kepada masyarakat dhuafa dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menyambut bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW, Rabiul Awal.
Paket sembako yang dibagikan terdiri atas beras, gula, teh dan minyak goreng. Bantuan tersebut disalurkan di Sekretariat LIPPSU, Jalan Rahmadsyah Gang Sekolah No. 304, Medan, Ba’da Isya, 25 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut mengusung tema *“Negara Merdeka, Rakyat Jangan Lapar”*. Tema itu menjadi pesan sekaligus bentuk kepedulian LIPPSU terhadap kondisi masyarakat yang masih menghadapi tekanan ekonomi.

Bagi LIPPSU, kemerdekaan akan kehilangan makna jika masih ada masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan pokok. Apalagi, beban kehidupan semakin berat ketika masyarakat juga harus memenuhi kebutuhan pendidikan anak dan berbagai keperluan rumah tangga.
“Kemerdekaan hari ini, negara memang sudah merdeka, tetapi rakyat jangan sampai lapar. Ini menjadi perhatian kita bersama. Banyak masyarakat dhuafa yang saat ini terimpit persoalan ekonomi, bahkan harus memikirkan biaya sekolah anak-anaknya,” ujar Direktur Eksekutif LIPPSU Azhari A.M Sinik
Menurutnya, bantuan tersebut mungkin tidak mampu menyelesaikan seluruh persoalan ekonomi masyarakat. Namun, setidaknya dapat meringankan beban keluarga yang membutuhkan sekaligus menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap sesama harus terus dijaga.

Kegiatan sosial ini juga menjadi bagian dari rangkaian agenda LIPPSU setelah sebelumnya menggelar Dialog Kemerdekaan bertema *“Negara Merdeka, Rakyat Terjajah”* pada 22 Agustus di Kopi Kereta Api Sena, Jalan Sena Medan.
LIPPSU menilai momentum kemerdekaan dan bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW merupakan waktu yang tepat untuk memperkuat kepedulian sosial. Keteladanan Rasulullah SAW, terutama dalam memperhatikan kaum lemah dan membantu sesama, diharapkan dapat terus diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Semangat kepedulian ini merupakan bentuk implementasi dari keteladanan Nabi Muhammad SAW. Kita ingin kemerdekaan tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga menghadirkan rasa kepedulian dan kebersamaan di tengah masyarakat,” katanya.
Sejumlah warga dhuafa yang menerima bantuan menyambut baik kepedulian tersebut. Bagi mereka, bantuan kebutuhan pokok menjadi sangat berarti di tengah meningkatnya berbagai kebutuhan keluarga.
LIPPSU menilai gerakan sosial seperti ini perlu terus dibangun dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat. Pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat dan para donatur diharapkan dapat bersama-sama mengambil peran dalam membantu kelompok masyarakat yang membutuhkan.

“Kita ingin kegiatan ini menjadi pengingat bahwa persoalan kemiskinan dan kesulitan ekonomi bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Kepedulian masyarakat juga sangat dibutuhkan agar mereka yang sedang kesulitan tetap memiliki harapan,” ujarnya.
LIPPSU menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para donatur yang telah ikut mendukung kegiatan tersebut. Dukungan itu dinilai menjadi bagian penting dalam membantu masyarakat dhuafa sekaligus memperkuat gerakan sosial di tengah masyarakat.
Ucapan terima kasih disampaikan kepada Kepala Bulog Sumatera Utara, Ridho Siregar, Rudi Hardian Siregar, M. Ainul Hafiz, Ari Sandi serta para pihak lainnya yang telah memberikan dukungan terhadap program *Peduli LIPPSU Bersama Masyarakat Dhuafa.*
“Terima kasih kepada seluruh donatur dan semua pihak yang telah peduli. Semoga bantuan ini menjadi amal kebaikan dan bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujar Azhari Sinik.
LIPPSU berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada momentum kemerdekaan dan bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Kepedulian terhadap masyarakat dhuafa harus terus dirawat agar semangat kemerdekaan benar-benar hadir dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan semangat kemerdekaan dan keteladanan Rasulullah SAW, LIPPSU mengajak semua pihak untuk tidak menutup mata terhadap masyarakat yang masih berjuang memenuhi kebutuhan dasar. Sedikit kepedulian, kata mereka, dapat menjadi berarti bagi keluarga yang sedang menghadapi kesulitan.
*Negara boleh merdeka, tetapi perjuangan memastikan rakyat tidak lapar dan tidak merasa sendirian harus terus dilanjutkan.* (re)







