Tidak melakukan perbuatan melanggar norma agama, kesusilaan, dan hukum
Surat pernyataan bermaterai kesediaan ditempatkan di seluruh wilayah NKRI, ditugaskan di semua bidang tugas kepolisian, ditandatangani calon peserta dan orang tua/wali
Surat pernyataan bermaterai untuk tidak percaya pihak yang menjanjikan dan menjamin kelolosan di penerimaan, ditandatangani calon peserta dan orang tua/wali.
Jika bekerja sebagai karyawan, maka:
– Dapat persetujuan/rekomendasi dari kepala instansi bersangkutan
– Bersedia diberhentikan sebagai karyawan jika diterima dan ikut pendidikan pembentukan bintara Polri
Domisili minimal 2 tahun di wilayah Polda tempat mendaftar per pembukaan pendidikan, melampirkan KK dan KTP, kecuali peserta Orang Asli Papua (OAP) pendaftar Polda Papua/Papua Barat
OAP domisili Papua/Papua Barat berdasarkan KTP dan KK tetapi tinggal di luar wilayah tersebut dapat mendaftar dan ikut tes di Polda sesuai tempat tinggal, dengan ikut kuota kelulusan/pemeringkatan di Polda Papua/Papua Barat, tidak ada batas waktu minimal domisili.
-Syarat Khusus Bintara PTU (Polisi Tugas Umum)
Berijazah serendah-rendahnya sebagai berikut:
– SMA/MA dan bukan lulusan Paket A, B, atau C.
– SMK/MAK semua jurusan kecuali jurusan tata busana dan tata kecantikan.
– Satuan pendidikan Muadalah pada pondok pesantren dan Pendidikan Diniyah Formal.
– Program D1 sampai S1 dengan IPK minimal 2,75 dengan prodi yang telah terakreditasi.
Tinggi badan minimal
– Umum: Pria 165 cm; wanita 160 cm.
– Wilayah Perbatasan (Wiltas)/Pulau-Pulau Kecil Terluar (PPKT)/Pulau-pulau Terpencil (PPT): Pria 163 cm; wanita 158 cm.
– Khusus ras Melanesia (Polda Papua dan Papua Barat), untuk daerah pesisir: Pria 163 cm; wanita 158 cm, dan untuk daerah pegunungan: Pria 160 cm; wanita 155 cm.
Syarat Khusus Bintara Brimob (Khusus Pria)
Berijazah serendah-rendahnya sebagai berikut:
– SMA/MA dan bukan lulusan Paket A, B, atau C.
– SMK/MAK semua jurusan kecuali jurusan tata busana dan tata kecantikan.
– Satuan Pendidikan Muadalah pada pondok pesantren dan Pendidikan Diniyah Formal.
– Program D1 sampai S1 dengan IPK minimal 2,75 dengan prodi yang telah terakreditasi.
Tinggi badan minimal
– Umum: Pria 165 cm.
– Wilayah Perbatasan (Wiltas)/Pulau-Pulau Kecil Terluar (PPKT)/Pulau-pulau Terpencil (PPT): Pria 163 cm.
– Khusus ras Melanesia (Polda Papua dan Papua Barat):
Untuk daerah pesisir: Pria 163 cm.
Untuk daerah pegunungan: Pria 160 cm.
Syarat Khusus Bintara Polair (Khusus Pria)
Berijazah serendah-rendahnya sebagai berikut:
– SMK/MAK jurusan Teknik Perkapalan dan Kemaritiman.
– Program D1 sampai S1 dengan IPK minimal 2,75 dengan prodi yang telah terakreditasi. Meliputi program studi: Studi Nautika, Teknologi Kelautan, Permesinan Kapal, dan Teknologi Konstruksi Bangunan Kapal.
Tinggi badan minimal:
– Umum: Pria 165 cm.
– Wilayah Perbatasan (Wiltas)/Pulau-Pulau Kecil Terluar (PPKT)/Pulau-pulau Terpencil (PPT): Pria 163 cm.
– Khusus ras Melanesia (Polda Papua dan Papua Barat)
Untuk daerah pesisir: Pria 163 cm.
Untuk daerah pegunungan: Pria 160 cm.
Syarat Khusus Bintara Kompetensi Khusus Tenaga Kesehatan (Nakes)
Berijazah serendah-rendahnya D1 sampai S1 dengan IPK minimal 2,75 dengan prodi yang telah terakreditasi. Meliputi program studi: Kebidanan, Keperawatan, Farmasi, Keperawatan Anastesiologi, Kesehatan Gigi, dan radiologi.







